Satu keluarga di Kota Kupang terpapar Corona
Kamis, 1 Oktober 2020 11:33 WIB
Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ernest Ludji (Antara/ Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur mencacat kasus baru virus corona mulai terjadi pada kluster keluarga setelah satu keluarga di daerah itu semuanya terkonfirmasi positif COVID-19.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kupang Ernest Ludji kepada ANTARA di Kupang, Kamis, (1/10) mengatakan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 di ibu kota Provinsi NTT dialami satu keluarga terdiri dari suami, istri dan anak.
Ia mengatakan hal itu terkait adanya kasus seorang balita di daerah itu yang terkonfirmasi positif COVID-19.
"Kasus COVID-19 di Kota Kupang sudah mulai terjadi dalam kluster keluarga, hal ini perlu diwaspadai masyarakat daerah ini," kata Ernest Ludji.
Menurut dia, para pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Dia mengatakan, hasil pemeriksaan medis pada Rabu (30/9) terdapat penambahan empat kasus baru di kota Kupang yaitu dua orang pelaku perjalanan masing-masing dari Jakarta dan Bali sedang dua orang termasuk balita berumur 22 bulan dan ibunya juga terkonfirmasi COVID-19 merupakan kluster transmisi lokal.
Baca juga: Gubernur Laiskodat apresiasi pembangunan di Kota Kupang
Baca juga: Bupati Alor siap lepas jabatan jika warganya meninggal karena COVID
"Ibu ini terpapar COVID-19 dari suaminya yang juga sudah menjalani proses karantina," tegasnya.
Ia menyebutkan, kasus positif COVID-19 di Kota Kupang telah mencapai 80 kasus dengan 47 orang sembuh dan 29 masih dalam perawatan dan karantina sedang empat orang lainnya meninggal dunia akibat paparan COVID-19.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kupang Ernest Ludji kepada ANTARA di Kupang, Kamis, (1/10) mengatakan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 di ibu kota Provinsi NTT dialami satu keluarga terdiri dari suami, istri dan anak.
Ia mengatakan hal itu terkait adanya kasus seorang balita di daerah itu yang terkonfirmasi positif COVID-19.
"Kasus COVID-19 di Kota Kupang sudah mulai terjadi dalam kluster keluarga, hal ini perlu diwaspadai masyarakat daerah ini," kata Ernest Ludji.
Menurut dia, para pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Dia mengatakan, hasil pemeriksaan medis pada Rabu (30/9) terdapat penambahan empat kasus baru di kota Kupang yaitu dua orang pelaku perjalanan masing-masing dari Jakarta dan Bali sedang dua orang termasuk balita berumur 22 bulan dan ibunya juga terkonfirmasi COVID-19 merupakan kluster transmisi lokal.
Baca juga: Gubernur Laiskodat apresiasi pembangunan di Kota Kupang
Baca juga: Bupati Alor siap lepas jabatan jika warganya meninggal karena COVID
"Ibu ini terpapar COVID-19 dari suaminya yang juga sudah menjalani proses karantina," tegasnya.
Ia menyebutkan, kasus positif COVID-19 di Kota Kupang telah mencapai 80 kasus dengan 47 orang sembuh dan 29 masih dalam perawatan dan karantina sedang empat orang lainnya meninggal dunia akibat paparan COVID-19.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB