Festival danau Kelimutu bangkitkan sektor pariwisata
Kamis, 16 September 2021 6:27 WIB
Pembukaan Festival Danau Kelimutu. ANTARA/Ho-BTN Kelimutu.
Kupang (ANTARA) - Pelaksanaan Festival Danau Kelimutu serta Kelimutu Expo 2021 merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membangkitkan kembali geliat pariwisata di tengah pandemi COVID-19.
"Acara yang hari ini mulai dibuka merupakan upaya dari kami dan Kemenparekraf untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi di daerah ini," kata Kadis Pariwisata Ende Martinus Satban saat dihubungi dari Kupang, NTT, Rabu, (15/9).
Ia mengatakan festival ini berhasil digelar setelah melihat kondisi atau situasi pandemi COVID-19 di Kabupaten Ende yang sudah mulai turun.
Pelaksanaan festival Kelimutu sendiri dimulai pada 15 sampai 17 September 2021. Selama pelaksanaan festival, kata dia, protokol kesehatan (prokes) ketat diterapkan.
Ia menyebutkan beberapa sanggar seni dilibatkan dalam kegiatan tersebut seperti Sanggar Dega Do, Sanggar Mutu Loo, dan Sanggar Amadala.
"Selain itu ada juga pentas seni teater dari Teater Mata Community, Teater P3MK, Putra Vois dan Sombo Lando, dan beberapa hiburan lainnya," ujar dia.
Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu Hendrikus Rani Siga mengatakan pelaksanaan Festival Kelimutu dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan dengan baik dan benar.
Baca juga: BTN Kelimutu terapkan pemesanan tiket daring bagi wisatawan
Pengunjung Taman Nasional Kelimutu, kata dia, seperti biasa harus mengikuti prokes standar seperti cuci tangan, cek suhu, dan menggunakan masker.
Baca juga: Pendapatan dari wisata Kelimutu turun drastis
"Sedangkan pengunjung festival diatur oleh panitia penyelenggara yakni Dinas Pariwisata Ende dengan protokol kesehatan yang ketat juga," ujar dia.
"Acara yang hari ini mulai dibuka merupakan upaya dari kami dan Kemenparekraf untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi di daerah ini," kata Kadis Pariwisata Ende Martinus Satban saat dihubungi dari Kupang, NTT, Rabu, (15/9).
Ia mengatakan festival ini berhasil digelar setelah melihat kondisi atau situasi pandemi COVID-19 di Kabupaten Ende yang sudah mulai turun.
Pelaksanaan festival Kelimutu sendiri dimulai pada 15 sampai 17 September 2021. Selama pelaksanaan festival, kata dia, protokol kesehatan (prokes) ketat diterapkan.
Ia menyebutkan beberapa sanggar seni dilibatkan dalam kegiatan tersebut seperti Sanggar Dega Do, Sanggar Mutu Loo, dan Sanggar Amadala.
"Selain itu ada juga pentas seni teater dari Teater Mata Community, Teater P3MK, Putra Vois dan Sombo Lando, dan beberapa hiburan lainnya," ujar dia.
Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu Hendrikus Rani Siga mengatakan pelaksanaan Festival Kelimutu dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan dengan baik dan benar.
Baca juga: BTN Kelimutu terapkan pemesanan tiket daring bagi wisatawan
Pengunjung Taman Nasional Kelimutu, kata dia, seperti biasa harus mengikuti prokes standar seperti cuci tangan, cek suhu, dan menggunakan masker.
Baca juga: Pendapatan dari wisata Kelimutu turun drastis
"Sedangkan pengunjung festival diatur oleh panitia penyelenggara yakni Dinas Pariwisata Ende dengan protokol kesehatan yang ketat juga," ujar dia.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Festival Lamaholot lolos KEN 2026 dan diyakini dongkrak pariwisata Lembata
27 January 2026 20:45 WIB
Komisi VII DPR: Aturan uang minimal bagi wisatawan mancanegara wujudkan pariwisata berkualitas
05 January 2026 16:36 WIB
Kemenpar dan KemenLH tingkatkan pengelolaan lingkungan di sektor pariwisata
23 December 2025 9:09 WIB
Pemkab Mabar mendorong Desa Wisata Watu Tiri menjadi destinasi bahari unggul
15 December 2025 13:47 WIB
Imigrasi Labuan Bajo memberikan peringatan kepada 2 WNA langgar aturan lalu lintas
14 December 2025 5:40 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB