27 kali letusan terjadi di Gunung Ili Lewotolok
Rabu, 6 Oktober 2021 14:19 WIB
Dok. Erupsi gunung Ili Lewotolok. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Pos Pemantau Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan terhitung sejak Selasa (5/10) pukul 00.00 WITA hingga pukul 24.00 wita telah terjadi 27 kali letusan dari gunung tersebut.
Kepala Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok, Stanis Ara Kian dihubungi dari Kupang, Rabu, (6/10) mengatakan dari 27 kali letusan itu tinggi letusannya sekitar 300 hingga 500 meter.
"Dalam sehari kemarin memang cukup banyak letusannya, tetapi interval letusannya tidak tentu dengan waktu paling cepat 15 menit," katanya.
Ia menjelaskan letusan yang terjadi di gunung Ili Lewotolok tersebut disertai dentuman dan gemuruh lemah hingga kuat dengan lontaran lava pijar mencapai satu kilometer arah tenggara dan barat daya sejauh 300 meter
Ia menambahkan walaupun jumlah letusannya mencapai 27 kali dalam sehari, durasi letusannya tidak lama, yakni hanya berkisar dari 24 sampai 45 detik.
Hingga saat ini gunung tersebut masih dalam status siaga atau Level III setelah ditetapkan sejak Desember 2020.
Lebih lanjut, ia mengatakan berdasarkan laporan pemantauan sejak Rabu (6/10) pukul 00.00 WITA sampai 06.00 WITA intensitas letusan juga masih cukup tinggi, yakni 11 kali letusan dan tinggi letusannya masih di bawah 1000 meter. Saat ini intensitas letusannya mulai menurun.
Pos Pemantau setempat merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak/kawah gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunung Ili Lewotolok.
Baca juga: Lubang di puncak Ili Lewotolok ada sebelum erupsi 2020
Ia mengingatkan agar potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya, masyarakat yang berada di sekitar Gunug Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Baca juga: Wabup minta warga di kaki Gunung Ili Lewotolok tetap waspada
"Abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan," ucapnya.
Kepala Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok, Stanis Ara Kian dihubungi dari Kupang, Rabu, (6/10) mengatakan dari 27 kali letusan itu tinggi letusannya sekitar 300 hingga 500 meter.
"Dalam sehari kemarin memang cukup banyak letusannya, tetapi interval letusannya tidak tentu dengan waktu paling cepat 15 menit," katanya.
Ia menjelaskan letusan yang terjadi di gunung Ili Lewotolok tersebut disertai dentuman dan gemuruh lemah hingga kuat dengan lontaran lava pijar mencapai satu kilometer arah tenggara dan barat daya sejauh 300 meter
Ia menambahkan walaupun jumlah letusannya mencapai 27 kali dalam sehari, durasi letusannya tidak lama, yakni hanya berkisar dari 24 sampai 45 detik.
Hingga saat ini gunung tersebut masih dalam status siaga atau Level III setelah ditetapkan sejak Desember 2020.
Lebih lanjut, ia mengatakan berdasarkan laporan pemantauan sejak Rabu (6/10) pukul 00.00 WITA sampai 06.00 WITA intensitas letusan juga masih cukup tinggi, yakni 11 kali letusan dan tinggi letusannya masih di bawah 1000 meter. Saat ini intensitas letusannya mulai menurun.
Pos Pemantau setempat merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak/kawah gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunung Ili Lewotolok.
Baca juga: Lubang di puncak Ili Lewotolok ada sebelum erupsi 2020
Ia mengingatkan agar potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya, masyarakat yang berada di sekitar Gunug Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Baca juga: Wabup minta warga di kaki Gunung Ili Lewotolok tetap waspada
"Abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan," ucapnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Ili Lewotolok di Lembata meletus lontarkan api pijar 300 meter dari puncak
27 February 2026 3:06 WIB
BMKG imbau warga Sikka dan Flotim waspadai sebaran debu vulkanik dua gunung api di NTT
23 September 2025 15:42 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov NTT menyediakan layanan feri gratis ke Larantuka untuk prosesi Semana Santa
29 March 2026 17:46 WIB
Posko: Selama arus mudik sebanyak 24.617 pemudik melintas melalui Pelabuhan Tenau NTT
23 March 2026 22:15 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 20-23 Maret 2026
20 March 2026 17:47 WIB
Pemantauan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di NTT terkendala cuaca mendung berawan
19 March 2026 20:31 WIB