BMKG : Kapal kecil diminta waspadai gelombang
Jumat, 22 Juni 2018 9:50 WIB
Sebuah kapal cepat melewati gelombang tinggi. (ilustrasi)
Kupang, (AntaraNews NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, mengingatkan nelayan dengan kapal-kapal kecil, untuk waspada terhadap gelombang di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.
"Karena tinggi gelombang di wilayah itu fluktuasi hingga harus tetap waspada," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Jumat (22/6), terkait perkembangan cuaca di perairan NTT.
Menurut dia, selama dua hari terakhir ini, tinggi gelombang laut berangsur turun dari 3,5 meter menjadi dua meter, tetapi mulai 22-23 Juni 2018, tinggi gelombang naik lagi pada kisaran 2,5-3,5 meter.
Berdasarkan hasil analisa BMKG, dalam dua hari ke depan, gelombang setinggi 3,5 meter terjadi di Samudera Hindia, selatan NTT. Gelombang 3.0 meter terjadi di Laut Sawu, perairan Selatan Kupang hingga Pulau Rote, dan laut Timor Selatan NTT.
Sementara tinggi gelombang 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape dan Selat Sumba. Tinggi gelombang ini bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan BMKG, tambahnya.
Mengenai penyebab, menurutnya gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di wilayah perairan NTT saat ini sebagai dampak dari adanya tekanan rendah di Asia (1007-1010) mb. Selain terjadi tekanan tinggi di wilayah Australia yang saat ini tercatat (1025-1035) mb.
"Karena tinggi gelombang di wilayah itu fluktuasi hingga harus tetap waspada," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Jumat (22/6), terkait perkembangan cuaca di perairan NTT.
Menurut dia, selama dua hari terakhir ini, tinggi gelombang laut berangsur turun dari 3,5 meter menjadi dua meter, tetapi mulai 22-23 Juni 2018, tinggi gelombang naik lagi pada kisaran 2,5-3,5 meter.
Berdasarkan hasil analisa BMKG, dalam dua hari ke depan, gelombang setinggi 3,5 meter terjadi di Samudera Hindia, selatan NTT. Gelombang 3.0 meter terjadi di Laut Sawu, perairan Selatan Kupang hingga Pulau Rote, dan laut Timor Selatan NTT.
Sementara tinggi gelombang 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape dan Selat Sumba. Tinggi gelombang ini bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan BMKG, tambahnya.
Mengenai penyebab, menurutnya gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di wilayah perairan NTT saat ini sebagai dampak dari adanya tekanan rendah di Asia (1007-1010) mb. Selain terjadi tekanan tinggi di wilayah Australia yang saat ini tercatat (1025-1035) mb.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai risiko keselamatan pelayaran akibat gelombang 4 meter di sejumlah perairan
04 May 2026 11:26 WIB
BMKG: Dua perairan di NTT berpotensi gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter
06 April 2026 11:53 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 20-23 Maret 2026
20 March 2026 17:47 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 16-19 Maret 2026
16 March 2026 10:15 WIB
Gelombang kekerasan di Negara Bagian Meksiko, kartel tewaskan 24 personel garda Nasional
24 February 2026 14:45 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter di laut NTT hingga 19 Februari 2026
17 February 2026 10:28 WIB