Gubernur berikan penghargaan kepada BI Perwakilan NTT
Jumat, 13 Juli 2018 21:21 WIB
Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kanan) memberikan penghargaan kepada BI NTT yang diterima langsung oleh Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga dalam acara Syukuran Akhir Masa Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur di Kupang, Jumat (13/7). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Nusa Tenggara Timur mendapatkan penghargaan dari Gubernur NTT Frans Lebu Raya karena mampu mengendalikan inflasi dalam kurun waktu lima tahun serta berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Kepala BI Perwakilan wilayah NTT Naek Tigor Sinaga ditemui wartawan usai mendapatkan penghargaan itu di Kupang, Jumat (13/7), mengatakan bahwa pernghargaan yang diperolehnya itu dikarenakan selama ini khususnya dalam jangka waktu lima tahun terakhir inflasi di provinsi berbasis kepulauan itu berhasil ditekan.
"Sejauh ini kehadiran BI di NTT sendiri adalah memberikan masukan kepada pemerintah. Hal yang dapat kami lakukan berupa masukan adalah bagaimana peran BI dalam hal memitigasi risiko-risiko dan bagaimana upaya BI dalam mengendalikan inflasi," katanya.
Ia mengatakan capaian inflasi berturut-turut dalam lima tahun terakhir ini yakni mencapai 8,41 persen (yoy) pada tahun 2013 yang terus menurun mencapai 7,76 persen (yoy) pada tahun 2014.
Sementara pada tahun 2015 angka inflasi di NTT mencapai 4,92 persen (yoy) dan pada tahun 2016 turun mencapai 2,38 persen (yoy) dan terakhir pada tahun 2017 inflasi NTT turun menjadi 2 persen (yoy).
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan II diperkirakan meningkat
"Penurunan angka inflasi ini berkat kerja sama antara BI dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Frans Lebu Raya," tambahnya.
Dia mengatakan bahwa ada kemungkinan BI NTT ditunjuk sebagai nominator untuk tim pengendali inflasi terbaik di kawasan Maluku, Papua dan Nusa Tenggara berkat angka fantastis dalam bidang inflasi di daerah itu pada tahun 2018 untuk penilain 2017.
Selain karena mampu mengendalikan inflasi di daerah itu, BI NTT juga dinilai turut mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat NTT dengan cara membangun enam kampung tenun ikat dengan tujuan menyinergikan para penenun yang ada di lokasi-lokasi tersebut untuk bergabung.
"Di samping itu juga kami ajak para penenun untuk memamerkan karyanya di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 20 Juli mendatang, dan ini sudah sering kami lakukan demi meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat NTT," tambahnya.
Peran BI sendiri tidak hanya sampai di situ saja lanjut Tigor. Sebab BI sendiri juga membangun kampung tenun sebagai destinasi wisata serta destinasi pendidikan, karena memang hal tersebut sangat penting bagi pembangunan ekonomi masyarakat di kawasan-kawasan wisata.
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTT lambat
Kepala BI Perwakilan wilayah NTT Naek Tigor Sinaga ditemui wartawan usai mendapatkan penghargaan itu di Kupang, Jumat (13/7), mengatakan bahwa pernghargaan yang diperolehnya itu dikarenakan selama ini khususnya dalam jangka waktu lima tahun terakhir inflasi di provinsi berbasis kepulauan itu berhasil ditekan.
"Sejauh ini kehadiran BI di NTT sendiri adalah memberikan masukan kepada pemerintah. Hal yang dapat kami lakukan berupa masukan adalah bagaimana peran BI dalam hal memitigasi risiko-risiko dan bagaimana upaya BI dalam mengendalikan inflasi," katanya.
Ia mengatakan capaian inflasi berturut-turut dalam lima tahun terakhir ini yakni mencapai 8,41 persen (yoy) pada tahun 2013 yang terus menurun mencapai 7,76 persen (yoy) pada tahun 2014.
Sementara pada tahun 2015 angka inflasi di NTT mencapai 4,92 persen (yoy) dan pada tahun 2016 turun mencapai 2,38 persen (yoy) dan terakhir pada tahun 2017 inflasi NTT turun menjadi 2 persen (yoy).
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan II diperkirakan meningkat
"Penurunan angka inflasi ini berkat kerja sama antara BI dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Frans Lebu Raya," tambahnya.
Dia mengatakan bahwa ada kemungkinan BI NTT ditunjuk sebagai nominator untuk tim pengendali inflasi terbaik di kawasan Maluku, Papua dan Nusa Tenggara berkat angka fantastis dalam bidang inflasi di daerah itu pada tahun 2018 untuk penilain 2017.
Selain karena mampu mengendalikan inflasi di daerah itu, BI NTT juga dinilai turut mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat NTT dengan cara membangun enam kampung tenun ikat dengan tujuan menyinergikan para penenun yang ada di lokasi-lokasi tersebut untuk bergabung.
"Di samping itu juga kami ajak para penenun untuk memamerkan karyanya di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 20 Juli mendatang, dan ini sudah sering kami lakukan demi meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat NTT," tambahnya.
Peran BI sendiri tidak hanya sampai di situ saja lanjut Tigor. Sebab BI sendiri juga membangun kampung tenun sebagai destinasi wisata serta destinasi pendidikan, karena memang hal tersebut sangat penting bagi pembangunan ekonomi masyarakat di kawasan-kawasan wisata.
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTT lambat
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Deputi Gubernur BI Juda Agung mundur, nama Wamenkeu muncul sebagai kandidat
19 January 2026 16:14 WIB
Gubernur NTT bersama tokoh agama dan adat berdoa di lokasi kecelakaan kapal
31 December 2025 16:32 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
DJP Nusa Tenggara: Realisasi penerimaan pajak di NTT mencapai Rp2,52 triliun pada 2025
27 January 2026 15:11 WIB