Kupang (AntaraNews NTT) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang mulai menerapkan aplikasi School Talk di sejumlah Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP) negeri dan swasta di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoly kepada wartawan di Kupang Jumat (27/7) pagi mengatakan bahwa aplikasi tersebut baru dirintis maka baru diterapkan di beberapa sekolah saja.

School Talk merupakan platform software sekolah terbaik yang didedikasikan untuk mempermudah managemen sekolah serta mempermudah orang tua dalam memantau perkembangan putra-putrinya di sekolah, demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara

“Kita targetkan tahap pertama untuk 20 SLTP di Kota Kupang, namun karena ini masih baru mulai diterapkan maka hanya untuk beberapa sekolah saja," katanya.

Sejumlah sekolah itu di antaranya SMPK Santo Yoseph Naikoten, SMP Generasi Unggul, SMP Santa Theresia, SMP Negeri I serta SMP Citra Bangsa. Sementara sekolah lainnya masih dalam proses teknis.

Baca juga: Sekolah tak diizinkan menerima siswa melebihi rombongan belajar

Ia menambahkan aplikasi tersebut tidak wajib diterapkan di semua SMP. Jika ada sekolah yang menyetujui maka nantinya akan diterapkan di sekolah tersebut.

Aplikasi tersebut bertujuan untuk membantu orang tua siswa dan guru dalam memantau perkembangan anak melalui aplikasi tersebut.

Disamping itu juga aplikasi tersebut memiliki keuntungan yang dapat membantu sekolah secara transparan mengelola manajemen informasi sekolah yang terintegrasi secara daring.

“Sementara manfaat bagi orang tua siswa yakni dapat memantau jam keluar masuk anak di lingkungan sekolah, presentasi siswa, akademik, keuangan, dan agenda sekolah,” tambahnya.

Filmon mengharapkan agar dengan aplikasi itu orang tua dapat memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya di sekolah dan juga dapat membantu meningkatkan pendidikan anak di sekolah.

“Lebih khusus lagi adalah peningkatan prestasi pendidikan di Kota Kupang,sehingga bisa lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.

Baca juga: Kualitas pendidikan Sumba Tengah masih rendah


Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024