Emas naik karena dolar melemah
Pramuniaga menunjukkan emas untuk investasi atau batangan Antam di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Kamis (10/3/2022). Pengusaha emas setempat mengatakan fluktuasi harga emas yang cenderung meningkat dipengaruhi krisis perang Rusia - Ukraina membuat transaksi buyback atau pembelian kembali dalam dua pekan terakhir meningkat hingga 13 persen. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 50 sen atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 1.830,30 dolar AS per ounce. Namun untuk minggu ini, kontrak emas berjangka turun 0,6 persen, mengikuti kerugian minggu sebelumnya sebesar 1,9 persen.
Emas berjangka tergelincir 8,6 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.829,80 dolar AS pada Kamis (23/6/2022), setelah turun tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.838,40 dolar AS pada Rabu (22/6/2022), dan melemah 1,8 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.838,80 dolar AS pada Selasa (21/6/2022).
Logam kuning diperdagangkan di kisaran ketat di level pertengahan 1.800 dolar AS di tengah pengamatan tajam pada pergerakan suku bunga Federal Reserve berikutnya, karena inflasi AS hampir tidak beranjak dari tertinggi 40 tahun.
"Emas tetap terperangkap dalam kisaran ketat karena para pedagang menunggu untuk melihat apakah laporan inflasi terbaru akan memaksa The Fed untuk berkomitmen pada kenaikan suku bunga yang lebih besar di luar pertemuan kebijakan Juli," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.
Pasar mulia dari saham hingga obligasi dan minyak telah digerogoti oleh volatilitas dalam dua minggu terakhir karena investor menunggu untuk melihat apakah The Fed akan melaksanakan ancamannya untuk memaksakan kenaikan suku bunga paling kejam dalam satu generasi pada konsumen AS, dalam upayanya untuk menggagalkan peningkatan inflasi tertinggi sejak awal 1980-an.
Berbicara pada Jumat (24/6/2022) selama diskusi panel tentang bank sentral dan inflasi yang diselenggarakan oleh UBS di Zurich, Swiss, Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan kenaikan suku bunga yang cepat sekarang adalah cara terbaik untuk menghindari resesi nanti.
Sementara resesi "pasti mungkin, saya benar-benar berpikir kita akan baik-baik saja," katanya.
Baca juga: Emas tergelincir 1,8 dolar AS
Baca juga: Emas jatuh 0,5 persen tertekan kenaikan dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas naik karena dolar melemah, sentimen risiko kembali masuk pasar
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB