Xi Jinping telepon Biden bicarakan Taiwan
Jumat, 29 Juli 2022 10:30 WIB
Arsip Foto - Joe Biden (kiri) saat masih menjabat Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat China di Beijing pada tahun 2011. (ANTARA/China Daily/mii/am)
Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden melakukan percakapan via telepon pada Kamis (28/7) malam waktu Beijing.
Dalam percakapan tersebut kedua kepala negara pemimpin ekonomi dunia itu membicarakan tentang isu Taiwan dan rivalitas China-AS.
Presiden Xi menegaskan bahwa sejarah telah mencatat bahwa masalah Taiwan sudah sangat jelas dan nyata bahwa Selat Taiwan milik satu China.
"Pihak AS seharusnya menghormati prinsip satu China dan tiga Komunike Bersama China-AS terkait masalah ini," kata pemimpin tertinggi Partai Komunis China (CPC) itu.
Sementara itu, Presiden Biden menyatakan bahwa kebijakan AS terhadap prinsip satu China tidak akan berubah.
"AS tidak akan mendukung kemerdekaan Taiwan," kata Biden sebagaimana dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China (MFA).
Xi menambahkan bahwa pendekatan China-AS dengan menggunakan terminologi persaingan strategis dan melihat China sebagai ancaman merupakan kesalahan persepsi.
"Kedua belah pihak perlu menjaga komunikasi di semua tingkatan dan memanfaatkan semua saluran untuk mendukung hubungan bilateral," katanya.
Biden setuju untuk tetap menjaga komunikasi dan kerja sama dengan China.
"Dunia saat ini sedang kritis. Kerja sama AS-China tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, melainkan juga masyarakat semua negara," kata Biden.
Percakapan telepon pada Kamis malam yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut merupakan yang ketiga kalinya sepanjang 2022.
Komunikasi kedua kepala negara tersebut terjadi dua hari setelah Xi Jinping menerima kunjungan kehormatan Presiden Indonesia Joko Widodo di Beijing pada Selasa (26/7).
Baca juga: China "menghalau" kapal perusak AS dari perairan kepulauan sengketa
Baca juga: Menhan AS sebut China semakin agresif di Asia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Xi telepon Biden bicarakan Taiwan, rivalitas China-AS
Dalam percakapan tersebut kedua kepala negara pemimpin ekonomi dunia itu membicarakan tentang isu Taiwan dan rivalitas China-AS.
Presiden Xi menegaskan bahwa sejarah telah mencatat bahwa masalah Taiwan sudah sangat jelas dan nyata bahwa Selat Taiwan milik satu China.
"Pihak AS seharusnya menghormati prinsip satu China dan tiga Komunike Bersama China-AS terkait masalah ini," kata pemimpin tertinggi Partai Komunis China (CPC) itu.
Sementara itu, Presiden Biden menyatakan bahwa kebijakan AS terhadap prinsip satu China tidak akan berubah.
"AS tidak akan mendukung kemerdekaan Taiwan," kata Biden sebagaimana dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China (MFA).
Xi menambahkan bahwa pendekatan China-AS dengan menggunakan terminologi persaingan strategis dan melihat China sebagai ancaman merupakan kesalahan persepsi.
"Kedua belah pihak perlu menjaga komunikasi di semua tingkatan dan memanfaatkan semua saluran untuk mendukung hubungan bilateral," katanya.
Biden setuju untuk tetap menjaga komunikasi dan kerja sama dengan China.
"Dunia saat ini sedang kritis. Kerja sama AS-China tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, melainkan juga masyarakat semua negara," kata Biden.
Percakapan telepon pada Kamis malam yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut merupakan yang ketiga kalinya sepanjang 2022.
Komunikasi kedua kepala negara tersebut terjadi dua hari setelah Xi Jinping menerima kunjungan kehormatan Presiden Indonesia Joko Widodo di Beijing pada Selasa (26/7).
Baca juga: China "menghalau" kapal perusak AS dari perairan kepulauan sengketa
Baca juga: Menhan AS sebut China semakin agresif di Asia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Xi telepon Biden bicarakan Taiwan, rivalitas China-AS
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Xi Jinping memberi selamat kepada Kim Jong Un kembali pimpin Korut
25 February 2026 10:27 WIB
Peluang baru bagi Indonesia dalam perspektif rencana pembangunan Tiongkok
25 November 2025 13:47 WIB
AHY: Selain "Giant Sea Wall", Presiden Prabowo bahas kereta cepat dengan Xi Jinping
05 September 2025 11:08 WIB
Pengamat ingatkan ketidakpastian ekonomi global berlanjut seiring tensi AS-China
11 April 2025 9:25 WIB, 2025
Artikel - Komunikasi Xi-Zelenskyy beri secercah optimisme untuk perdamaian
29 April 2023 12:00 WIB, 2023