Harga emas terangkat 15,10 dolar
Selasa, 18 Oktober 2022 6:16 WIB
Ilustrasi - Emas murni 99,9 persen batangan. ANTARA/Shutterstock/aa. (Shutterstock/Oleksandr_Delyk)
Chicago (ANTARA) - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan penurun tiga sesi berturut-turut dan berhasil menembus di atas level support 1.650 dolar ditopang oleh dolar yang lebih lemah dan penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, terangkat 15,10 dolar AS atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 1.664,00 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.649,10 dolar AS dan tertinggi sesi 1.674,30 dolar AS.
Harga emas berjangka anjlok 28,1 dolar AS atau 1,68 persen menjadi 1.648,90 dolar AS pada Jumat (14/10/2022), setelah turun tipis 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.677,00 dolar AS pada Kamis (13/10/2022), dan tergelincir 8,50 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.677,50 dolar AS pada Rabu (12/10/2022).
Dolar melemah pada perdagangan Senin (17/10/2022) di tengah momentum penguatan pound sterling Inggris, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tergelincir 1,13 persen menjadi 112.0320.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mendukung emas.
Harga emas menemukan dukungan tambahan karena The Fed New York melaporkan Senin (17/10/20220 bahwa indeks kondisi bisnis Empire State, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian New York, turun 7,6 poin menjadi negatif 9,1 pada Oktober. Ini adalah pembacaan negatif ketiga berturut-turut.
Namun emas masih tetap berada di bawah tekanan karena pasar mengkhawatirkan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed). Pasar memperkirakan peluang hampir 100 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk bulan ketiga berturut-turut pada November.
Kenaikan tersebut akan menempatkan suku bunga AS di sekitar 4,0 persen, level tertinggi sejak akhir 2007. Tren ini juga sebagian besar melemahkan daya tarik safe haven logam kuning, meskipun prospek ekonomi global terus memburuk.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 64,8 sen atau 3,59 persen, menjadi ditutup pada 18,719 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 18,70 dolar AS atau 2,09 persen, menjadi ditutup pada 913,6 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas turun tipis setelah data inflasi AS lebih kuat
Baca juga: Harga emas jatuh 8,50 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas naik 15,10 dolar, ditopang dolar yang lebih lemah
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, terangkat 15,10 dolar AS atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 1.664,00 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.649,10 dolar AS dan tertinggi sesi 1.674,30 dolar AS.
Harga emas berjangka anjlok 28,1 dolar AS atau 1,68 persen menjadi 1.648,90 dolar AS pada Jumat (14/10/2022), setelah turun tipis 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.677,00 dolar AS pada Kamis (13/10/2022), dan tergelincir 8,50 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.677,50 dolar AS pada Rabu (12/10/2022).
Dolar melemah pada perdagangan Senin (17/10/2022) di tengah momentum penguatan pound sterling Inggris, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tergelincir 1,13 persen menjadi 112.0320.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mendukung emas.
Harga emas menemukan dukungan tambahan karena The Fed New York melaporkan Senin (17/10/20220 bahwa indeks kondisi bisnis Empire State, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian New York, turun 7,6 poin menjadi negatif 9,1 pada Oktober. Ini adalah pembacaan negatif ketiga berturut-turut.
Namun emas masih tetap berada di bawah tekanan karena pasar mengkhawatirkan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed). Pasar memperkirakan peluang hampir 100 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk bulan ketiga berturut-turut pada November.
Kenaikan tersebut akan menempatkan suku bunga AS di sekitar 4,0 persen, level tertinggi sejak akhir 2007. Tren ini juga sebagian besar melemahkan daya tarik safe haven logam kuning, meskipun prospek ekonomi global terus memburuk.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 64,8 sen atau 3,59 persen, menjadi ditutup pada 18,719 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 18,70 dolar AS atau 2,09 persen, menjadi ditutup pada 913,6 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas turun tipis setelah data inflasi AS lebih kuat
Baca juga: Harga emas jatuh 8,50 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas naik 15,10 dolar, ditopang dolar yang lebih lemah
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB