Hiburan - Andai John Lennon tak terbunuh, akankah The Beatles kembali bersatu?

id john lennon,the beatles,now and then,hiburan Oleh Ahmad Faishal Adnan

Hiburan - Andai John Lennon tak terbunuh, akankah The Beatles kembali bersatu?

Para personel The Beatles (kiri ke kanan): John Lennon, Ringo Starr, Paul McCartney, dan George Harrison. (ANTARA/Instagram/@thebeatles)

...Saya terus mengawasi orang itu karena saya khawatir dia akan melarikan diri
Kematian John Lennon yang terlalu dini dan tragis memang telah menguburkan kesempatan bersatunya kembali para mantan personel The Beatles secara langsung. Tetapi, itu bukanlah akhir dari kolaborasi musik mereka bersama.

Empat belas tahun setelah pembunuhan sang suami, janda Yoko Ono memberikan kaset demo lagu-lagu yang sempat ditulis mendiang suaminya pada tahun 1978. Pada bagian muka kaset tersebut tertulis "Untuk Paul" dan Ono lantas memberikan kaset demo tersebut kepada anggota The Beatles yang tersisa.

Tak ingin membuang kesempatan emas, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr segera membuat demo berbekal suara asli dan permainan piano John, menambahkan vokal dan instrumentasi mereka sendiri ke dalam lagu, sehingga menghasilkan single The Beatles teranyar sejak band itu bubar yaitu "Free as A Bird" pada tahun 1995 dan "Real Love" setahun kemudian.

Faktanya, pada saat proses rekaman kembali lagu-lagu demo John Lennon itu, trio Paul - George - Ringo juga mencoba untuk merekam lagu lain berjudul "Now And Then". Tetapi karena kualitas rekaman yang terlalu buruk untuk dikerjakan, trio sekawan itu merasa frustrasi, lantas meninggalkan sesi rekaman dan menunda karya tersebut.

Angin surga itu kemudian datang pada tahun 2021. The Beatles melakoni kerja sama dengan sutradara kawakan trilogi "Lord of The Rings" Peter Jackson untuk menggarap ulang arsip dokumenter sesi rekaman "Let It Be" (1969). Hasil penggarapan ulang itu kemudian menjadi tiga seri baru bertajuk "Get Back" yang menunjukkan -- terlepas dari ketegangan pribadi antara anggota The Beatles selama sesi tersebut, banyak contoh persahabatan erat, kolaborasi musik, dan harmoni kreatif, terutama ketika keempat musisi itu bercanda atau melakukan sesi jamming.

Perusahaan film Jackson kemudian mengembangkan perangkat lunak yang dapat memisahkan suara-suara yang campur aduk dan tumpang tindih yang ada di dalam dokumenter, sehingga memungkinkan munculnya gambaran sesi rekaman yang lebih memiliki nuansa dan kualitas suara yang nyaman.

Berbekal pengalaman kerja bersama Peter Jackson itulah, sisa personel The Beatles yaitu Paul dan Ringo -- George sudah meninggal karena kanker pada tahun 2001, memutuskan untuk meninjau kembali lagu "Now and Then" dan memaksimalkan upaya terakhir mereka. Pada tahun 2022, Paul dan Ringo kembali ke studio untuk menyelesaikan lagu tersebut.

Paul kemudian menambahkan sejumlah larik untuk menggenapi lirik yang telah dibuat oleh John. Selain menambahkan bagian instrumental dan vokal latar pada suara John, Paul dan Ringo juga memasukkan suara gitar yang direkam oleh George Harrison pada tahun 1995 sebagai upaya untuk menghadirkan seluruh sentuhan para personel The Beatles pada lagu tersebut.

Produser Giles Martin yang tak lain adalah putra kandung produser The Beatles sejak era "Love Me Do" hingga "Abbey Road" yaitu George Martin, turut membantu menyelesaikan lagu dengan memberikan sentuhan aransemen orkestrasi pada beberapa bagian lagu.

Teknologi restorasi audio berbantuan mesin pembelajaran diterapkan untuk membedakan dan memisahkan suara Lennon dari suara-suara bising di dalam kaset demo yang diberikan Ono kepada The Beatles pada tiga dekade lalu.

Baca juga: Resensi - Perjalanan cinta sang penulis di "Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film"

Hasilnya? Dunia kemudian berterima kasih berkat perkembangan kecanggihan teknologi dan para pencinta The Beatles meneteskan air mata bahagia ketika karya pamungkas berjudul "Now and Then" versi terbaru meluncur pada November tahun ini.

Sutradara Peter Jackson juga dipercaya untuk menukangi pembuatan klip video lagu tersebut. Klip video berdurasi 4 menit 35 detik itu menggambarkan jelas seluruh proses "penciptaan kembali" lagu "Now and Then" dari upaya rekaman ulang Paul, George, dan Ringo di studio pada tahun 1995, hingga proses rekaman di Capitol Studio yang melibatkan produser Giles Martin.

Baca juga: Artikel - Menyingkap romantisme semu para pemuja pada idola

Penuh nostalgia, klip tersebut juga menghadirkan kembali visualisasi keempat personel The Beatles muda yang jenaka dan penuh gairah. Potongan-potongan tersebut diambil dari beberapa video utamanya dari klip "Hello Goodbye". Menjelang pengujung video, muncul potongan-potongan video lain dari masa awal karier The Beatles dan animasi foto bergerak yang berujung ke masa kecil John, Paul, George, dan Ringo.

Lagu "Now and Then" yang bernada dasar A Minor itu kemudian mendapatkan pujian dari para kritikus yang menganggapnya sebagai opus magnum penutup yang layak bagi The Beatles. Sebuah balada piano yang penuh emosional, pedih, sekaligus kontemplatif dengan sentuhan setiap anggota Beatles, berhasil meninggalkan jejak rangkaian kata indah dan harmonis untuk menandai babak terakhir warisan musik luar biasa empat sahabat setia dari kota kecil Liverpool.

And, now and then
If we must start again
Well, we will know for sure
That I will love you

Now and then
I miss you
Oh, now and then
I want you to be there for me
Always to return to me








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Andai John Lennon tak terbunuh, akankah The Beatles kembali bersatu?