Logo Header Antaranews Kupang

Artiikel - Melindungi penyu dari selatan Pulau Solor

Rabu, 17 April 2024 06:04 WIB
Image Print
Wilhelmus Wokadewa Melur menjaga lubang pembenaman telur penyu sebelum menetas menjadi tukik, Desa Sulengwaseng, Solor Selatan, NTT. ANTARA/Fransiska Mariana Nuka
Menjaga penyu bukanlah pekerjaan gampang. Kelompok itu berharap beberapa bantuan untuk mempermudah kerja-kerja pelestarian penyu dalam penangkaran penyu..
Solor (ANTARA) - Pagi itu Matahari baru muncul ketika Wilhelmus Wokadewa Melur membenamkan beberapa telur penyu yang ditemukan dari pantai di Desa Sulengwaseng, Solor Selatan, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menutupi 169 telur dengan pasir secara perlahan, lalu memasang papan informasi kecil tentang telur yang "ditanam" di sana.

Mus, sapaan Wilhemus, bersama istrinya,  Theresia Solid Weran, telah aktif menjaga penyu sejak 2018. Pada tahun itu, mereka menemukan kulit telur penyu yang berserakan di pantai. Meski minim pengetahuan tentang penyu, ia mengingat baik-baik pesan dari teman yang bekerja pada lembaga konservasi satwa bahwa penyu adalah hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

Berbekal pesan itu, mereka segera mencari telur-telur penyu. Ia sempat melihat biawak sedang memakan beberapa telur. Mereka pun segera berlari ke arah tersebut untuk menyelamatkan seratusan telur dan membawa pulang ke rumah.

Sejak saat itu, suami dan istri pra-lanjut usia itu mulai aktif mencari telur penyu di pantai, membenamkan telur, merawat telur yang telah menetas menjadi anak penyu, hingga melepasliarkan penyu ke alam bebas. Tak hanya itu, Mus sering “pasang badan” melawan masyarakat yang menangkap dan menjual penyu.

Dilepasliarkan
 



Oleh
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026