TNK berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

id Komodo

TNK berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

Dua orang ranger tengah mengawasi seekor komodo (varanus komodoensis) yang sedang berjalan di Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (29/11/2018). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha).

Kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK) berimplikasi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Manggarai Barar secara signifikan.
Kupang (ANTARA News NTT) - Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djati Witjaksono Hadi mengatakan kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK) berimplikasi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Manggarai Barar secara signifikan.

Ketika dihubungi melalui WhatsApp dari Kupang, Kamis (14/2), Witjaksono mengatakan komodo (varanus komodoensis) menjadi daya tarik utama pengunjung yang sebagian besar adalah wisatawan mancanegara.

Di kawasan wisata Taman Nasional Komodo (TNK) itu, terdapat sekitar 42 dive and snorkeling spot` yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari luar negeri.

Ia mengatakan jumlah pengunjung ke kawasan wisata itu pun terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama sejak kawasan wisata itu ditetapkan sebagai New7 Wonders of Natura pada tahun 2012.

Secara resmi, TNK ditetapkan menjadi salah satu dari tujuh keajaban dunia (New7 Wonders of Nature) oleh New7 Wonders Foundation pada 16 Mei 2012.

"Keberhasilan Taman Nasional Komodo menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah masyarakat dapat bersama-sama berusaha melindungi sebuah spesies yang hampir punah," kata Presiden New7 Wonders Foundation Bernard Weber dalam rilis persnya pada saat itu.

Weber mengatakan, jumlah suara melalui pesan singkat yang sangat besar menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mengekspresikan kebanggaan pada warisan alam, yang juga merupakan bagian dari mozaik dunia.

Baca juga: Penutupan Pulau Komodo dimungkinkan atas dasar pertimbangan ilmiah

Witjaksono mengatakan pada tahun 2014, jumlah kunjungan wisatawan tercatat 80.626, tahun 2015 menjadi 95.410, tahun 2016 naik menjadi 107.711, tahun 2017 naik lagi menjadi 125.069 dan tahun 2018 tercatat 159.217 wisawatan.

Tiket masuk ke TNK untuk wisatawan mancanegara ditetapkan sebesar Rp150.000 per orang, sedang wisatawan nusantara hanya Rp5.000 per orang. Penetapan tarif masuk tersebu berdasarkan PP No 12 tahun 2014 tentang Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kementerian LHK juga mencatat bahwa PNBP yang disetor oleh Balai TN Komodo kepada kas negara terus mengalami peningkatan, yakni mulai dari Rp5,4 miliar pada 2014, dan terus meningkat menjadi Rp19,20 miliar pada 2015.

Pada 2016, PNBP yang disetor mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp22,80 miliar, tahun 2017 naik lagi menjadi Rp29,10 miliar, dan tahun 2018 terus melonjak naik hingga posisi Rp 33,16 miliar.

Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah di sekitarnya.

Rantai ekonomi berdampak pada penghidupan masyarakat pelaku wisata antara lain tour operator yang mengoperasikan 157 kapal wisata, keterlibatan 94 guide dari masyarakat lokal, tingkat hunian 1.136 kamar hotel, lahirnya empat hotel berbintang. 

Ia mengatakan rantai ekonomi tersebut berpengaruh pada penghidupan 4.556 jiwa masyarakat yang tersebar di Desa Komodo (1.725 jiwa), Desa Papagaran (1.252 jiwa), dan Desa Pasir Panjang (1.579 jiwa).

Baca juga: Penutupan Pulau Komodo tak merugikan pelaku wisata
Baca juga: Amenitas harus dibenahi ketika Pulau Komodo ditutup
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar