Merangsang wisatawan dengan perpustakaan pariwisata

id Disparekraf NTT

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa. (ANTARA FOTO/Benny Jahang).

Dinas Pariwisata NTT menghadirkan perpustakaan pariwisata yang menyajikan berbagai informasi tentang dunia kepariwisataan untuk wisatawan yang berkunjung ke wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.
Kupang (ANTARA) - Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur menghadirkan perpustakaan pariwisata yang menyajikan berbagai informasi tentang dunia kepariwisataan untuk wisatawan yang berkunjung ke wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.

"Perpustakaan pariwisata ini sudah kami bentuk dan tengah menyiapkan literasi tentang berbagai informasi detil mengenai keelokan pariwisata NTT," kata Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa kepada Antara di Kupang, Minggu (24/3).

Ia mengatakan, perpustakaan pariwisata ini akan memudahkan wisatawan untuk mengenal berbagai kekayaan pariwisata alam dan budaya yang menyebar di 22 kabupaten/kota di provinsi kepulauan ini.

"Jadi ketika wisatawan datang langsung sudah bisa mengetahui informasi awal tentang berbagai kekayaan wisata kita di daerah-daerah yang mau mereka kunjungi," katanya.

Mantan Kepala Bappeda NTT itu mengatakan, tidak hanya terkait pariwisata namun juga perpustakaan ini sebagai pusat informasi tentang berbagai produk kerajinan tangan masyarakat di daerah setempat.

Ia mencontohkan seperti sajian informasi tentang destinasi wisata Pantai Nemberala di Kabupaten Rote Nado akan disertai pula dengan produk kerajinan tangan seperti kain tenun tradisional, pakaian, makanan, dan lainnya.

Menurutnya, selain meningkatkan promosi pariwisata melalui perpustakaan ini, pihaknya juga fokus melakukan promosi dengan berbasiskan teknologi digital.

Promosi digital ini dikembangkan, karena lebih efisien dari sisi biaya serta efektif serta menjangkau masyarakat secara luas ke berbagai belahan dunia dengan cepat.

"Karena itu kami siapkan literaturnya karena promosi digital ini juga bukan hanya gambar atau video saja tetapi dicantumkan pula informasi detil tentang kepariwisataan di NTT," demikian Wayan Darmawa.

Baca juga: Gubernur tetapkan Pasola sebagai agenda pariwisata tahunan
Baca juga: Pariwisata lesu akibat mahalnya tarif pesawat

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar