Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT (UIW NTT) menyiagakan 50 personel dan peralatan terbaik untuk memastikan pasokan listrik andal dan tanpa gangguan selama pelaksanaan Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Kota Kupang,
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono kepada wartawan di Kupang mengatakan kesiapsiagaan dilakukan sejak awal November untuk memastikan seluruh rangkaian IPACS berjalan lancar.
“Bagi PLN, listrik bukan sekadar energi, tetapi cahaya yang menyatukan semangat dan persaudaraan bangsa-bangsa Pasifik. Kami siaga penuh untuk memastikan IPACS 2025 berjalan terang, aman, dan tanpa gangguan,” katanya.
Untuk menjamin pasokan listrik tanpa hambatan, PLN menyiapkan genset berkapasitas total 440 kW terdiri atas 2x300 kW, 100 kW, dan 40 kW serta mobil UPS berdaya 100 kW yang siap dioperasikan sewaktu-waktu.
Dia menjelaskan sejumlah personel tersebut serta peralatan pendukung ditempatkan di sejumlah titik utama kegiatan, seperti VVIP Room Bandara Eltari Kupang, Hotel Harper, lokasi pembukaan dan workshop, Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, dan Museum Daerah NTT.
Dukungan PLN mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah T.D. Retnoastuti, yang menilai kesiapan infrastruktur listrik menjadi elemen penting dalam kelancaran acara berskala internasional itu.
“Lewat IPACS, kita memperkuat kolaborasi antarbangsa melalui kebudayaan untuk masa depan yang berkelanjutan di kawasan Pasifik,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut IPACS 2025 sebagai bukti kesiapan daerahnya tampil di panggung dunia.
“Momentum ini menunjukkan Kupang bukan sekadar tuan rumah, tetapi wajah Indonesia di hadapan negara-negara Pasifik,” katanya.
Dengan mengusung semangat “Terangi Kupang, Terangi Budaya Pasifik,” PLN membuktikan perannya tidak hanya menjaga arus listrik tetap menyala, tetapi juga menyalakan semangat persaudaraan dan diplomasi budaya dari NTT menuju seluruh kawasan Pasifik.

