Logo Header Antaranews Kupang

KSOP Labuan Bajo mengimbau nakhoda waspadai potensi cuaca ekstrem

Minggu, 30 November 2025 06:17 WIB
Image Print
Sejumlah kapal wisata saat berlabuh di perairan laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/Gecio Viana

Labuan Bajo (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengingatkan para nakhoda kapal wisata dan kapal lainnya untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di perairan Labuan Bajo dan perairan kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.

"Memperhatikan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG mulai tanggal 28 November 2025 agar menghindari perairan yang berpotensi cuaca ekstrem di Labuan Bajo," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.

Ia menyampaikan telah menyampaikan peringatan tersebut melalui Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada nakhoda kapal tentang peringatan potensi cuaca ekstrem tertanggal 28 November 2025.

"Peringatan tetap berlaku sampai cuaca kondusif," katanya.

Ia juga meminta para nakhoda kapal agar tetap waspada dan memperhatikan cuaca dan memastikan kelaikan kapal serta berlindung jika cuaca buruk.

"Untuk kapal yang akan keluar dari perairan Labuan Bajo-Komodo agar lebih berhati-hati dan memantau cuaca sebelum keberangkatan," katanya.

Ia juga mengimbau para nakhoda kapal agar memberitahukan kepada kapal lainnya jika mengetahui adanya bahaya cuaca.

"Berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk," katanya.

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran mengatakan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di perairan Labuan Bajo dan perairan kawasan TN Komodo yang disampaikan KSOP Kelas III Labuan Bajo diperkirakan merujuk kepada siaran pers BMKG yang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi NTT.

"Hal ini bisa menjadi dasar KSOP menerbitkan NtM, karena meskipun tinggi gelombang yang diprakirakan dalam kategori aman, kondisi dapat berubah signifikan saat cuaca ekstrem terjadi," katanya

Ia menambahkan hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dapat memicu angin kencang berdurasi singkat dan meningkatkan ketinggian gelombang melampaui yang sudah diprakirakan.

"Situasi seperti ini sudah beberapa kali kami bahas bersama dengan KSOP, sehingga dihimbau agar seluruh kapal yang beraktivitas di perairan, khususnya di kawasan TN Komodo, meningkatkan kewaspadaan saat akan terjadi cuaca ekstrem dan selalu memantau informasi cuaca," katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026