Bulog NTT gelar pasar murah selama dua pekan di Kota Kupang

id Bulog NTT

Bulog NTT gelar pasar murah selama dua pekan di Kota Kupang

Kabulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur, Eko Pranoto, ketika memberikan keterangan pers terkait kegiatan operasi pasar murah menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H di seluruh wilayah NTT, Jumat (03/05/2019). (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)

Bulog Divisi Regional NTT akan menggelar pasar murah di berbagai kelurahan yang ada di Kota Kupang selama dua pekan, guna menjaga stabilitas harga komoditas sembako menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H.
Kupang (ANTARA) - Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur akan menggelar pasar murah di berbagai kelurahan yang ada di Kota Kupang selama dua pekan, guna menjaga stabilitas harga komoditas sembako menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan setempat untuk kegiatan pasar murah di berbagai kelurahan yang ada di Kota Kupang menjelang Ramadhan," kata Kabulog Divre NTT Eko Pranoto kepada wartawan di Kupang, Jumat (3/5).

Ia mengatakan, kegiatan pasar murah menyambut bulan suci Ramadhan akan dimulai pada 4-5 Mei 2019 di halaman Masjid Raya Nurussa'adah, Kelurahan Fontein, Kota Kupang. Pihaknya juga siap menggelar pasar murah pada titik-titik lokasi lainnya jika ada undangan dari lembaga agama maupun warga sekitar.

"Prinsipnya kami selalu siap untuk menjaga kestabilan harga pangan melalui kegiatan pasar murah dalam menyambut Ramadhan ini bahkan hingga setelah momentum hari raya," katanya.

Eko menjelaskan, melalui pasar murah ini, pihaknya akan menjual berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah harga pasar pada umumnya sehingga mudah dijangkau masyarakat.

Ia memberi contoh, harga beras jenis medium senilai Rp9.000 per kilogram, beras premium Rp10.600 per kilogram. Selain itu, bawang merah Rp35.000/kg, bawang putih Rp55.000/kg, gula pasir Rp11.000/ kg, termasuk minyak goreng dan terigu yang juga dijual di bawah harga pasar.

Baca juga: Operasi Pasar Cegah Permainan Harga

Eko mengatakan, salah satu komoditas yang menjadi perhatian yaitu bawang karena mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di pasar tradisional yaitu bawang merah seharga Rp55.000/kg dan bawang putih Rp80.000/kg.

Untuk itu, pihaknya telah menambah stok dengan pasokan dari petani lokal maupun didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. "Sebelumnya stok bawang kami habis ketika harga naik sehingga kami hentikan sementara, tapi sekarang sudah kami tambah untuk kegiatan operasi pasar ini," katanya.

Ia berharap pasar murah yang digelar ini dapat memudahkan masyarakat di ibu kota Provinsi NTT untuk memperoleh berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, demikian pun halnya dengan daerah lainnya di NTT.

Baca juga: Bulog NTT gencarkan operasi pasar
Baca juga: Dewan Minta Operasi Pasar Hingga Pelosok