Hibah Rp17 miliar untuk bangun jalan di Labuan Bajo

id Labuan Bajo

Salah satu ruas jalan kabupaten dalam Kota Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang sedang dikerjakan dengan dukungan dana program hibah jalan daerah dari Pemerintah Pusat senilai Rp17 miliar. (ANTARA FOTO/Dok. Humas Setda Kabupaten Manggarai Barat)

"Dana hibah sekitar Rp17 miliar ini dari program hibah jalan daerah (PHJD) dari Pemerintah Pusat dan proses pengerjaannya sedang berjalan," kata Ovan Adu.
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Barat Ovan Adu mengatakan pemerintah daerah setempat mendapat dukungan dana hibah sebesar Rp17 miliar untuk membangun infrastruktur jalan di dalam Kota Labuan Bajo.

"Dana hibah sekitar Rp17 miliar ini dari program hibah jalan daerah (PHJD) dari Pemerintah Pusat dan proses pengerjaannya sedang berjalan," kata Ovan Adu kepada Antara ketika dihubungi dari Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (16/5).

Ovan menjelaskan, ruas jalan yang dibangun merupakan jalan kabupaten yang berada di dalam Kota Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, dengan panjang 42 kilometer.

Pembangunan jalan tersebut, dilakukan dalam dua bagian yakni peningkatan jalan sepanjang 1,7 kilometer dan sisanya berupa pemeliharaan. "Ruas jalan yang dibangun dengan dana hibah ini khusus di dalam kota saja dan harus selesai dalam tahun 2019 ini," katanya.

Ovan mengatakan, infrastruktur jalan yang dibangun ini merupakan bagian dari upaya pengembangan Labuan Bajo sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Baca juga: 60 operator tour mancanegara berkunjung ke Labuan Bajo

Manggarai Barat, lanjutnya, merupakan salah satu dari enam kabupaten yang mendapatkan program hibah jalan daerah dari pemerintah pusat, mencakup Belitung, Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Wakatobi.

Selain itu, terdapat empat pemerintah daerah tingkat provinsi yang juga mendapatkan dana hibah tersebut antara lain Bangka Belitung, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur, dengan total nilai keseluruhan sebanyak Rp500 miliar.

"Jadi dukungan dana ini untuk menunjang pariwisata karena Labuan Bajo itu salah satu daerah KSPN dan merupakan destinasi unggulan dengan memiliki Taman Nasional Komodo (TNK) di ujung barat Pulau Flores," demikian Ovan Adu.

Baca juga: Pemprov NTT tolak label wisata halal bagi Labuan Bajo
Baca juga: DPRD NTT tolak wisata halal di Labuan Bajo
Salah satu destinasi wisata di Labuan Bajo, ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Ist)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar