Logo Header Antaranews Kupang

Undana: Kecerdasan emosional kunci pembangunan SDM NTT berbasis neurosains

Rabu, 8 April 2026 18:32 WIB
Image Print
Pakar bedah saraf Prof. Dr. dr. Roslan Yusni Al Imam Hasan (kedua kanan) berpose dengan Wakil Rektor II Undana Prof. Dr. Paul G. Tamelan, di Undana. ANTARA/Ho-Undana
“Pembangunan manusia tidak cukup hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual.

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) menekankan pentingnya penguatan kecerdasan emosional dan sosial dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur (NTT), seiring berkembangnya pendekatan neurosains dalam memahami perilaku manusia.

Penegasan itu mengemuka dalam kuliah umum bertajuk “Hubungan Kecerdasan Intelektual dengan Peradaban Masyarakat NTT dalam Perspektif Neurosains” di Graha Cendana, Kupang, Senin (30/3), yang menghadirkan pakar bedah saraf Prof. Dr. dr. Roslan Yusni Al Imam Hasan, Sp.BS atau Dr. Ryu Hasan.

“Pembangunan manusia tidak cukup hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual. Sistem emosi memiliki peran dominan dalam membentuk perilaku, termasuk dalam pengambilan keputusan,” kata Ryu Hasan di hadapan ribuan mahasiswa Undana dan Poltekkes Kupang.

Ia menjelaskan, aktivitas otak manusia tidak sepenuhnya rasional, melainkan sangat dipengaruhi mekanisme emosional yang bekerja otomatis. Bahkan, sebagian besar keputusan sehari-hari dipandu oleh respons emosi tanpa kesadaran penuh.

Baca juga: Akademisi: Festival Pawai Paskah di Kupang mendorong pariwisata dan UMKM
Baca juga: Rektor Undana ingatkan mahasiswa KKN utamakan empati ke masyarakat

Dalam konteks kekinian, ia juga mengingatkan dampak paparan konten digital serba singkat yang berpotensi menurunkan kedalaman berpikir generasi muda serta melemahkan tradisi literasi.

Selain itu, Ryu menyoroti pentingnya intervensi lingkungan sejak dini, termasuk pencegahan stunting, karena berdampak langsung terhadap perkembangan otak dan kapasitas kognitif individu.

“Peradaban tidak dibangun oleh individu yang cerdas secara terpisah, tetapi oleh kolaborasi sosial yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Undana Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si. menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat aspek kesehatan mental dan pembentukan karakter mahasiswa di tengah dinamika akademik.

“Kami mengelola lebih dari 32 ribu mahasiswa, sehingga isu psikologis menjadi perhatian serius. Lulusan Undana harus unggul secara akademik sekaligus matang secara mental dan sosial,” katanya.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat serta jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana Christina Olly Lada.

Melalui pendekatan neurosains, Undana mendorong penguatan SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga adaptif secara emosional dan sosial guna mendukung kemajuan peradaban di NTT.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026