
DJPb NTT meningkatkan literasi fiskal mahasiswa Undana

Kupang, NTT (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan literasi fiskal mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui kegiatan Treasury Goes to Campus (TGTC).
"Acara ini merupakan kesempatan yang baik menyelenggarakan TGTC dengan tema kajian fiskal regional, salah satunya terkait dampak dan kontribusi APBN terhadap pertumbuhan dan ekonomi inklusif, khususnya di sektor pertanian," kata Kepala Kanwil DJPb NTT Adi Setiawan dalam kegiatan TGTC bertema "Kuliah Umum dan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Tahun 2025" di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, Kupang, NTT, Kamis.
Adapun kegiatan TGTC bertujuan agar kalangan akademisi dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyebarluaskan pengetahuan serta pemahaman tentang peran nyata APBN guna mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera.
Adi mengatakan DJPb NTT terus berupaya mengedukasi masyarakat dengan bahasa yang lebih mudah dipahami agar dapat menjadi bagian dari proses perkembangan fiskal daerah.
"Materi ini juga relevan untuk adik-adik yang nanti akan turun ke KKN. Kita punya mahasiswa yang tidak sedikit, yang sebenarnya dapat menjadi sumber pengumpulan informasi potensial di lapangan," katanya.
Ia juga mendorong agar para mahasiswa ke depannya menjadi lulusan yang mampu berkontribusi langsung terhadap peningkatan perekonomian di NTT.
"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan literasi kepada rekan-rekan mahasiswa, sekaligus menjadi ruang untuk mendapatkan masukan dari kalangan akademisi," ujarnya.
Sementara itu, Dekan FEB Undana Rolland E Fanggidae mengapresiasi atas kolaborasi bersama Kanwil DJPb melalui kegiatan edukasi tersebut.
Menurut dia, materi dalam kuliah umum tersebut selaras dengan penerapan kurikulum outcome-based education (OBE), yang mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami data dan kondisi riil perekonomian, baik di tingkat nasional maupun di NTT.
Ia menyampaikan mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan ini juga merupakan mereka yang sedang menyusun tugas akhir.
"DJPb NTT selalu terbuka, dan data fiskal itu selalu dirilis. Jadi, kalau teman-teman mahasiswa sedang menulis tugas akhir, data tersebut selalu tersedia dan diperbarui setiap bulan. Hal itu harus dimanfaatkan," ujarnya.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir berbasis persoalan nyata di daerah.
Selain itu, pihaknya juga berharap kolaborasi dengan DJPb dapat terus ditingkatkan ke depannya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
