Logo Header Antaranews Kupang

Cuaca Ekstrim Landa NTT

Rabu, 8 Februari 2017 16:32 WIB
Image Print
Nusa Tenggara Timur sedang dilanda cuaca ekstrik sehingga para nelayan dilarang untuk melaut.
Gelombang di wilayah perairan juga perlu diwaspadai oleh operator pelayaran, karena sewaktu-waktu gelombang bisa mencapai 5-6 meter.

Kupang (Antara NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang melaporkan, saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur sedang dilanda cuaca ekstrim.

Kondisi ini terjadi karena terdapat sirkulasi siklonik di perairan barat Australia pada level 925/700 hPa, kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Sti Nenotek kepada Antara di Kupang, Rabu.

Selain itu konvergensi atau wilayah belokan angin terdapat di wilayah Nusa Tenggara Timur, katanya.

Situasi ini memicu peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan dan angin disertai angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut dia, potensi yang ditimbulkan adalah hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di seluruh wilayah NTT.

Selain gelombang setinggi 2,5 meter dan angin kencang dengan kecepatan 30 knot terjadi di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu, katanya.

Dampak yang bisa ditimbulkan adalah banjir, tanah longsor dan pohon tumbang yang bisa membahayakan keselamatan.

Gelombang di wilayah perairan juga perlu diwaspadai oleh operator pelayaran, karena sewaktu-waktu gelombang bisa mencapai 5-6 meter.

Selama dua hari terakhir ini, BMKG mencatat, tinggi gelombang di wilayah perairan laut selatan Kupang, Pulau Rote, mencapai enam meter.

Gelombang setinggi enam meter ini juga berpotensi terjadi di perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Laut Timor Selatan NTT dan Samudera Hindia Selatan NTT.

Selain itu, wilayah perairan Utara Pulau Flores tinggi gelombang mencapai lima meter, katanya menambahkan.

Sementara tinggi antara 2,5-4 meter juga berpotensi terjadi di Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, Selat Ombai, Selat Wetar, Selat Alor dan Selat Sape. Kecepatan angin rata-rata 20-35 knot.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026