Logo Header Antaranews Kupang

BI dan Pemprov NTT menggelar inkubasi untuk 64 UMKM

Rabu, 6 Mei 2026 15:53 WIB
Image Print
Pelatihan Aksi Kreasi Flobamorata di Kupang. ANTARA/Ho-BI NTT

Kupang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar program inkubasi "Aksi Kreasi Flobamorata” untuk sebanyak 64 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BI NTT Rio Khasananda mengatakan Aksi Kreasi Flobamorata merupakan program inkubasi UMKM berbasis kurasi yang dirancang secara menyeluruh, mulai dari seleksi, kurasi produk, pembelajaran klasikal, pendampingan intensif, hingga monitoring pasca pelatihan.

"Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui dua skema, yakni matriculation learning untuk penguatan dasar kewirausahaan serta segmented learning yang disesuaikan dengan karakteristik komoditas," katanya di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan, 64 pelaku UMKM itu dibagi menjadi dua bagian yakni UMKM bagian pertanian serta UMKM bagian unggulan dan jasa.

“Sebanyak 64 UMKM terpilih mengikuti program tersebut, terdiri atas 18 UMKM sektor pertanian dan 46 UMKM sektor unggulan serta jasa,” katanya.

Dia menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga sektor perbankan.

Untuk memastikan keberlanjutan program, BI NTT bersama mitra akan melakukan monitoring dan evaluasi selama tiga bulan pascapelatihan guna memastikan implementasi hasil inkubasi dalam kegiatan usaha.

Selain itu, BI juga mendorong sinergi dengan sektor perbankan dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar UMKM binaan menjadi lebih bankable dan mampu mengakses sumber pendanaan formal.

Materi pelatihan meliputi penguatan kewirausahaan, digitalisasi proses bisnis, manajemen keuangan, hingga perlindungan konsumen dengan menghadirkan narasumber dari otoritas keuangan, kementerian/lembaga, akademisi, dan praktisi.

Analis Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM, KI, dan Syariah BI NTT Reyza Lisembina Budiarjo mengatakan penguatan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga transformasi kualitas pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Program ini dirancang untuk memperkuat aspek fundamental UMKM, mulai dari legalitas usaha, pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan digitalisasi dalam proses bisnis,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zeth Sony Libing menyampaikan apresiasi atas peran aktif BI dalam mendorong pengembangan UMKM daerah.

Ia menilai program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dalam Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT, khususnya mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal.

Ke depan, program Aksi Kreasi Flobamorata diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem UMKM di NTT melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan rantai nilai, serta perluasan akses pasar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026