Progres pembangunan Bendungan Temef baru mencapai 19,5 persen

id Temef

Sketsa Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan. (ANTARA FOTO/Dokumen PT Waskita Karya)

"Hingga saat ini kemajuannya sudah mencapai 19,5 persen, lebih cepat 4,4 persen dari yang tercantum surat perjanjian," kata Kepala Teknik PT Waskita Karya Agasi Yudho.
Kupang (ANTARA) - Penyelesaian pembangunan Bendungan Temef untuk paket satu di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya saat ini sudah mencapai 19,5 persen.

"Hingga saat ini kemajuannya sudah mencapai 19,5 persen, lebih cepat 4,4 persen dari yang tercantum surat perjanjian," kata Kepala Teknik PT Waskita Karya Agasi Yudho kepada ANTARA di Kupang, Selasa (6/8).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan pembangunan bendungan Temef, yang merupakan bendungan terbesar yang dibangun oleh pemerintah pusat untuk mengatasi masalah kekeringan di wilayah tersebut.

Ia mengatakan jika sesuai dengan kontrak kerja, pada awal Agustus pekerjaanya baru mencapai sekitar 15,2 persen, namun pekerjaan lebih cepat, sehingga realisasinya juga cepat.

Agasi menambahkan hingga saat ini proses pengerjaan struktur bendungan sedang dilakukan begitu pula untuk mengecor struktur. "Dengan cuaca yang bersahabat saat ini, kita juga ingin mempercepat pembangunan untuk paket satu yang kami kerjakan".

"Target kami sampai dengan Desember nanti sudah bisa mencapai 30 persen, sedang pengerjaan pengelaknya sudah sampai 20 persen, dan ditargetkan dalam waktu 2-4 bulan ke depan sudah sampai 100 persen," katanya.

Baca juga: Belum ada izin pengoperasian Bendungan Raknamo

Terkait kendala yang dihadapi lebih pada masalah hujan. Efektif kerja yang dilakukan oleh Waskitar Karya sendiri baru mulai efektif dua bulan setelah Lebaran kali lalu.

"Secara teknis, tidak ada masalah dalam pengerjaan ini, namun kendala non teknis adalah proses pengiriman material ke lokasi bendungan karena jauh dan memakan waktu," katanya.

Sementara itu paket dua yang dikerjakan oleh PT. Nindya Karya, ia mengatakan tidak tahu progresnya, namun jika dilihat tak jauh berbeda dengan yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya. "Saya kurang tahu berapa banyak progresnya, namun yang saya lihat di lapangan tidak jauh beda seperti yang kami kerjakan," katanya.

Bendungan Temef menjadi bendungan terbesar di antara tujuh bendungan yang dibangun di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo di NTT. Bendungan dengan panjang 550 meter dan tinggi 55 meter ini, menempati lahan seluas 45 hektare dan mampu menampung air hingga 45 juta meter kubik.

Pembangunan bendungan dimulai sejak 2018 dibagi dua, yakni paket 1 dikerjakan oleh PT Waskita Karya kerjasama operasional (KSO) PT Bahagia Bangun Nusa, dan paket 2 dikerjakan PT Nindya Karya kerjasama operasional (KSO) PT Bina Nusa Lestari. "Progres paket satu sudah 10,8 persen dan paket dua hampir 20 persen," tambahnya.

Anggaran pembangunan Bendungan Temef sebesar Rp1,4 triliun dijadwalkan rampung pada 2022. Namun, ada upaya percepatan sehingga diharapkan rampung satu tahun lebih awal dari jadwal semula.

Baca juga: Pembangunan Bendungan Welikis di Belu masih dalam studi kelayakan
Baca juga: Presiden Jokowi janji tambah 13 bendungan lagi untuk NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar