Presiden Jokowi akan panen garam di Teluk Kupang

id Garam

Gubernur NTT Viktor Laiskodat (tengah) sedang meninjau produksi garam di Kabupaten Kupang yang bakal dipanen Presiden Joko Widodo pada penghujung Agustus 2019. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

"Kami sedang mempersiapkan rencana kunjungan kerja Presiden Jokowi yang nantinya melakukan panen garam di Kabupaten Kupang pada akhir Agustus 2019," kata Bupati Kupang Korinus Masneno di Oelamasi, Selasa (13/8).
Kupang (ANTARA) - Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan pemerintahannya sedang mempersiapkan berbagai kegiatan dalam rangka kunjungan Presiden Joko Widodo yang akan melakukan panen garam di kawasan Teluk Kupang.

"Kami sedang mempersiapkan rencana kunjungan kerja Presiden Jokowi yang nantinya melakukan panen garam di Kabupaten Kupang pada akhir Agustus 2019," kata Bupati Kupang Korinus Masneno di Oelamasi, Selasa (13/8).

Bupati Korinus Masneno mengatakan, salah satu kendala dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Kupang adalah pemanfaatan potensi sumber daya alam untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan, Presiden Jokowi telah menolong daerah ini dengan mencabut status Hak Guna Usaha (HGU) lahan seluas 3.720 hektare yang dikuasi PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) sejak tahun 1992.

Dia mengatakan, setelah Presiden Jokowi mencabut status HGU maka pengelolaan lahannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang guna memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam kawasan lahan GHU bagi kepentingan pembangunan ekonomi masyarakat di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu.

Baca juga: Artikel - Mampukah NTT mengatasi defisit garam nasional?

"Pengelolaan potensi ekonomi khususnya garam di Teluk Kupang ini dilakukan selain untuk pembangunan ekonomi masyarakat juga bagi kepentingan peningkatan PAD Kabupaten Kupang," tegas Korinus Masneno.

Dalam beberapa kesempatan pertemuan bersama Presiden Jokowi, kata Korinus Masneno, Presiden Jokowi menyampaikan keinginannya melihat secara langsung kegiatan produksi garam di Kabupaten Kupang pascapencabutan HGU.

Masneno mengatakan, kegiatan produksi garam dilakukan sejumlah perusahaan terus berlangsung kendatipun belum memiliki Analisis Dampak lingkungan (Amdal).

"Kami ingin melakukan produksi gara terlebih dahulu karena tidak mungkin ada orang meninggal karena keracunan garam, setelah itu dilakukan pengurusan Amdal," kata Masneno.

Menurut Masneno kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Kupang diagendakan berlangsung pada tanggal 20 atau 21 Agustus 2019 mendatang untuk melakukan panen garam di Teluk Kupang. 

Baca juga: Gubernur NTT tinjau kesiapan panen garam di Nunkurus
Baca juga: 86 hektare lahan garam di Sabu Raijua sudah berproduksi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar