Logo Header Antaranews Kupang

Penerima Rastra 451.371 KK

Selasa, 7 Maret 2017 19:07 WIB
Image Print
Kabulog Divre Nusa Tenggara Timur Sugeng Rahayu
"Jumlah penerima Rastra untuk tahun ini mengalami peningkatan dari 421.799 KK menjadi 451.371 KK," kata Sugeng Rahayu.

Kupang (Antara NTT) - Kepala Divisi Regional Perum Bulog Nusa Tenggara Timur Sugeng Rahayu mengatakan jumlah penerima program beras sejahtera (Rastra) tahun 2017 untuk wilayah NTT tercatat sebanyak 451.371 kepala keluarga (KK).

"Jumlah penerima Rastra untuk tahun ini mengalami peningkatan dari 421.799 KK menjadi 451.371 KK," katanya saat ditemui Antara di Kupang, Selasa.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan rencana peluncuran Rastra 2017 yang dijadwalkan akan dilakukan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada 16 Maret di SoE, ibu kota Kabupaten Timur Tengah Selatan.

Ia mengatakan jumlah tersebut ia peroleh berdasarkan laporan dari Dinas Sosial NTT dengan harga satuan Rp1.600/kg atau mendapat subsidi dari pemerintah sebesar 92 persen.

Sugeng mengatakan, penyaluran Rastra akan dilakukan dengan cara didrop ke sejumlah cabang Bulog di setiap daerah dan seterusnya kepada rumah tangga penerima manfaat.

"Kita jamin bahwa kualitas rastra 2017 layak dikonsumsi oleh keluarga penerima sasaran di setiap daerah di NTT," tambahnya.

Terkait anggaran untuk Rastra tersebut menurut dia diperkirakan mencapai Rp619,100 miliar.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Timur Willem Foni mengatakan penyaluran Rastra tersebut akan dilakukan sesuai dengan data penerima manfaat yang sudah ada dalam basis data terpadu sehingga bisa dipastikan tepat sasaran.

"Nama-nama siapa penerima Rastra di semua kabupaten/kota itu sudah ada `by name by adress`," ujarnya.

Dengan, cara kerja tersebut, lanjutnya, maka penyaluran beras Rastra sesuai dengan sasaran utama yakni untuk membantu masyarakat miskin di provinsi selaksa pulau ini.

"Sekarang cara kerja sudah berbeda dan lebih tertib, kita alokasikan bantuan dan kita tahu jelas siapa penerimanya, namanya harus sudah ada di data base," ujar mantan Plt Bupati Belu itu.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026