Pantai Pasir Panjang jadi titik krusial kerusakan lingkungan

id Sampah pantai

Pantai Pasir Panjang jadi titik krusial kerusakan lingkungan

Kondisi panta berbecek yang penuh sampah di pesisir Pantai Pasir Panjang Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Maria Klau)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Wahli) Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa Pantai Pasir Panjang di Kota Kupang menjadi titik krusial kerusakan lingkungan di ibu kota provinsi NTT itu.
Kupang (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Wahli) Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa Pantai Pasir Panjang di Kota Kupang menjadi titik krusial kerusakan lingkungan di ibu kota provinsi NTT itu.

"Pantai Pasir Panjang yang ada di Kota Kupang menjadi titik krusial dari kerusakan lingkungan di daerah ini," kata Kepala Divisi Media dan Komunikasi Walhi NTT Dominikus Karangora di Kupang, Senin (30/9).

Ia menyampaikan itu terkait bagaimana Walhi NTT melihat kerusakan lingkungan yang ada di Kota Kupang. "Lokasi Pantai Pasir Panjang menjadi lokasi berkumpulnya sampah-sampah plastik yang berasal dari laut dan ditambah lagi pantainya berlumpur sehingga ketika melintas bau busuk sangat menyengat," katanya.

Baca juga: Perlu Perda Larang Buang Sampah di Laut
Baca juga: Jangan Ada Lagi Sampah di Laut


"Di samping itu juga pembangunan hotel sepanjang pesisir Pantai Pasir Panjang sebagai pemicu munculnya sampah-sampah tersebut," katanya dan menambahkan saat banyak warga di Kota Kupang yang enggan bermain di pantai karena sampah yang selalu berserakan di pesisir pantai pasir panjang.

"Warga kota Kupang enggan sekali untuk mandi di wilayah pesisir teluk Kupang karena banyaknya sampah-sampah plastik", katanya dan menambahkan masalah lingkungan itu tidak hanya ada pada sampah yang perlu diperhatikan, tetapi juga adalah masalah lain yang lebih kompleks di provinsi itu.

"Salah satu di antaranya adalah masalah penebangan hutan secara liar. Oleh karena itu pemerintah daerah harus tegas," demikian Dominikus Karangora.
Sampah plastik yang terdampar di pantai Marunda, Jakarta Utara. (ANTARA FOTO/Katriana)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar