Rute Ende-Nagekeo sangat melelahkan

id Pelari

Rute Ende-Nagekeo sangat melelahkan

Pelari Carla Felany (kiri) berpegangan tangan dengan pelari Endang Suryani Sipayung saat menjadi yang pertama tiba di garis finis dalam kegiatan Jelajah Timur untuk amal bertajuk "Run For Equality" yang diprakarsai oleh Plan Indonesia di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (19/10/2019). (Antara Foto/Kornelis Kaha)

Rutenya luar biasa, naik tanjakan dan turunannya juga sangat luar biasa. Cuacanya juga sangat panas..
Nagekeo (ANTARA) - Sebanyak 28 peserta yang berlari sepanjang 57 kilometer dari Ende-Nagekeo demi mengumpulkan dana untuk pembangunan air bersih di Nagekeo mengakui bahwa rute tersebut sangat sulit dan sangat melelahkan.

"Rutenya luar biasa, naik tanjakan dan turunannya juga sangat luar biasa. Cuacanya juga sangat panas," kata Carla Felany pelari asal Jakarta yang menjadi yang pertama tiba di garis finis kepada wartawan di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Minggu (20/10).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kesannya selama berlari sepanjang 57 km dari kabupaten Ende ke Kabupaten Nagekeo yang harus melintasi perbukitan, dan melewati jalan sepanjang pesisir pantai pulau Flores.

Baca juga: Berlari untuk bantu galang dana bangun fasilitas air bersih Nagekeo

Carla sendiri tiba di garis finish bersama dengan rekannya Endang Suryani dari Bali pada pukul 15.30 wita lebih cepat 30 menit dari jadwalkan yang ditetapkan oleh panitia.

Saat tiba di garis finis Carla yang sudah pernah berlari maraton sepanjang 160 kilometer itu berpegangan tangan dengan rekannya agar bisa tiba bersama-sama.

Carla mengatakan selain cuaca yang sangat panas, ia salut dengan keramahan masyarakat di sepanjang rute pelarian tersebut.

"Semua memberikan suport selama kami berlari, sehingga tetap semangat walaupun lelah. Tetapi yang kami lakukan ini untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak di Indonesia khususnya bagi anak-anak di Nagekeo," tutur dia.

Carla pun mengaku bahwa untuk rute yang seperti ia dan rekan-rekannya lalui, bagi dia untuk seleuruh Indonesia baru rute tersebut yang sangat sulit.

"Tetapi mungkin juga ada rute lain yang lebih sulit lagi saya kurang tahu," ujar dia.

Ia mengaku bahwa hatinya sudah dari awal tergerak untuk berlari untuk misi amal tersebut. Bagi dia berlari tidak hanya untuk buat sehar atau berprestasi tetapi berlari harus bisa bermanfaat bagi orang lain.

"Saya ingin lari itu tidak saja buat sehat atau prestasi tapi dengan berlari saya bisa berikan sesuatu untuk orang lain," ujar dia.

Sementara itu Endang Suryani, mengaku bahwa baru tiga tahun menjadi pelari dan sudah tiga kali juga ikut dalam berlari untuk misi amal.

"Ini sudah ketiga kali saya ikut berlari untuk misi amal ini. Dan dalam setiap kali saya berlari, satu yang saya pikirkan adalah untuk membangtu orang lain," tutur dia.***3***
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar