Pimpinan OPD diminta percepat penyerapan anggaran 2019

id percepatan anggaran

Pimpinan OPD diminta percepat penyerapan anggaran 2019

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provnsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu. (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

"Gubernur NTT telah menginstruksikan kepada semua pimpinan OPD untuk memaksimalkan realisasi penggunaan anggaran 2019," kata Marius Ardu Jelamu.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Nusa Tenggara Timur mendorong para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan percepatan realisasi penyerapan anggaran sehingga realisasi anggaran pada triwulan IV mencapai 95 persen.

"Gubernur NTT telah menginstruksikan kepada semua pimpinan OPD pada lingkup pemerintah NTT untuk memaksimalkan realisasi penggunaan anggaran 2019 sehingga pada akhir tahun ini realisasi anggaran mencapai 95 hingga 98 persen," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu kepada ANTARA di Kupang, Jumat (22/11).

Marius Ardu Jelamu mengatakan hal itu terkait realisasi penyerapan anggaran tahun 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan, hingga triwulan ke III realisasi anggaran telah mencapai 69 persen dari total dana APBD I NTT sebesar Rp 5,5 triliun.

Baca juga: Pembangunan Bendungan Temef di SoE dipercepat
Baca juga: NTT butuh Rp1,5 triliun tuntaskan pembangunan rumah layak huni


Marius Ardu Jelamu didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru mengatakan anggaran yang belum terserap pada umum berkaitan dengan pembangunan fisik proyek.

Rendahnya penyerapan anggaran pembangunan fisik karena proses tender proyek dilakukan terlambat sehingga berdampak pada realisasi penyerapan anggaran yang rendah.

Kendati demikian, menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata NTT ini realisasi pembangunan fisik di provinsi berbasis kepulauan ini bisa tercapai hingga akhir tahun 2019, karena pemerintah NTT terus menggenjot pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja keras sehingga realisasi anggaran 2019 di atas 95 persen.

"Kami optimistis realisasi anggaran 2019 bisa mencapai 98 persen. Apabila masih ada dana yang tidak terserap maka dapat dialokasikan kembali pada tahun 2020,"tegasnya. 

Baca juga: Untuk pembangunan fasiltas air bersih-sanitasi, Bank NTT siapkan modal kredit
Baca juga: Birokrasi harus pastikan rakyat nikmati hasil pembangunan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar