
Stok Sapi Potong Masih Cukup

"Rata-rata di setiap rumah potong hewan pemerintah menyediakan antara 50-60 ekor sapi potong untuk kebutuhan selama Ramadhan 1438 Hijriah," kata Dany Suhadi.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur Dany Suhadi menjamin persediaan stok sapi potong pada sejumlah rumah potong hewan (RPH) yang ada di Kupang untuk memenuhi kebutuhan daging sapi selama Ramadhan 1438 Hijriah.
"Rata-rata di setiap rumah potong hewan pemerintah menyediakan antara 50-60 ekor sapi potong untuk kebutuhan selama Ramadhan 1438 Hijriah," katanya kepada Antara di Kupang, Minggu.
Menurut dia, stok daging sapi di kota-kota di daerah ini aman selama pelaksanaan bulan puasa, sehingga harga pangan ini tetap terkendali pada kisaran antara Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram di berbagai pasar tradisional yang ada.
Ia mengatakan khusus untuk rumah-rumah potong hewan milik swasta di daerah ini juga stoknya aman karena disediakan antara 10-15 ekor sapi potong untuk satu hari dan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan permintaan.
"Jadi keinginan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menciptakan ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok seperti daging sapi Rp80.000 per kilogram untuk NTT bisa tercapai karena stok memungkinkan, bahkan NTT juga siap untuk memasok sapi ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan akan pangan ini di sana seperti DKI Jakarta dan Kalimantan Timur," katanya.
Setiap tahun, katanya, peternak di daerah ini tengah menyiapkan sekitar 2.000 sapi untuk memenuhi permintaan daging di DKI Jakarta selama bulan suci Ramadhan.
Dari total itu (2.000) ekor sapi itu, sebanyak 1.000 ekor dikirim ke Kalimantan Timur (Kaltim). Meskipun tambahan pasokan sapi tersebut baru dikirim mulai pekan kedua Ramadhan," katanya.
"Nanti pada pekan kedua ada tambahan pasokan sapi sampai 100 persen ke Kalimantan Timur dan Jakarta untuk memenuhi permintaan kebutuhan daging sapi di daerah itu," katanya.
Ia menyebutkan selama ini pasokan sapi ke Kaltim hanya 500 ekor per bulan dan pasokan ke DKI Jakarta sekitar 1.000 ekor menggunakan kapal ternak. 2.000 ekor lagi menggunakan kapal barang.
"Harus diakui selama Puasa Ramadhan, permintaan sapi cenderung naik meskipun masih dalam tataran normal, sehingga apabil ada sedikit peningkatan harga di pasar itu akibat terbawa mekanisme pasar serta permintaan dan penawaran dalam hukum ekonomi," katanya.
Pewarta : Hironimus BiIfel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
