Sumba Timur siapkan puskesmas dan hotel untuk karantina pekerja migran

id NTT,Kabupaten Sumba Timur,PMI,Karantina PMI,Cegah COVID-19,corona,puskesmas,hotel melati

Sumba Timur siapkan puskesmas dan hotel untuk karantina pekerja migran

Bupati Sumba Timur, Provinsi NTT Gidion Mbilijora. (FOTO ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Puskesmas yang disiapkan juga cukup layak dan nyaman untuk ditempati, demikian juga hotel kelas melati di Kota Waingapu

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyiapkan puskemas dan hotel di daerah setempat sebagai tempat karantina para pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan dipulangkan guna mencegah munculnya klaster baru penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

“Dari awal memang kami sudah siapkan ada satu puskesmas yang baru dibangun tahun lalu dan satu hotel kelas melati untuk karantina para pekerja migran Indonesia yang akan dipulangkan,” kata Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa (19/5).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kesiapan Pemkab Sumba Timur dalam menangani pemulanganan para PMI yang dijadwalkan akan terjadi pada akhir Mei 2020.

Baca juga: Ombudsman minta pemerintah awasi ketat ribuan PMI NTT yang pulang
Baca juga: DPR minta pekerja migran NTT jadi fokus pencegahan COVID-19

Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang mencatat jumlah PMI secara keseluruhan asal NTT yang akan dipulangkan pada akhir Mei 2020 mencapai 4.200 orang, yang berasal dari berbagai daerah di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Bupati Gidion Mbilijora mengatakan pihaknya belum mengantongi data yang pasti terkait jumlah PMI asal Sumba Timur di luar negeri.

“Namun berapa pun yang dipulangkan dan itu warga Sumba Timur maka tetap saja kami layani,” katanya.

“Hanya saja ketika masuk tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ada seperti harus ada hasil rapid test dari daerah asal dan sebagainya,” tambahnya.

Ia mengatakan pihaknya menyiapkan fasilitas untuk karantina tersebut guna mencegah munculnya klaster baru penyebaran COVID-19 di wilayah kabupaten paling timur Pulau Sumba itu.

Ia menambahkan puskesmas yang disiapkan juga cukup layak dan nyaman untuk ditempati, demikian juga hotel kelas melati di Kota Waingapu.

“Kemudian terkait dengan kesejahteraan mereka (PMI), pemerintah tetap tidak tutup mata karena mereka warga Sumba Timur sehingga akan kami tangani,” demikian Gidion Mbilijora.
 

Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar