Logo Header Antaranews Kupang

Pertamina larang kendaraan RDTL konsumsi BBM bersubsidi

Sabtu, 24 November 2012 17:50 WIB
Image Print

Kupang (Antara NTT) - Pertamina Cabang Kupang melarang kendaraan bermotor Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) mengonsumsi bahan bakar minyak bersubsidi pemerintah Indonesia.

"Mereka boleh mengonsumsi BBM nonsubsidi ketika ke wilayah Indonesia, tetapi dilarang keras membeli BBM bersubsidi karena hal itu melawan ketentuan yang berlaku di Indonesia," kata Sales Area Retail Pertamina NTT, Rony Anthoko, di Kupang, Sabtu.

Ketentuan ini harus ditaati, karena jika tidak, akan mengganggu stok BBM bersubsidi yang kuotanya telah dihitung pemerintah pusat untuk satu tahun bagi setiap daerah di Indonesia.

Pemerintah daerah, terutama di pintu-pintu perbatasan kedua negara, harus memperketat pengawasan sehingga mencegah penyimpangan pemakaian BBM bersubsidi yang hanya diperuntukkan bagi pemilik kendaraan buatan di bawah 2005 atau memiliki kendaraan dengan kriteria tertentu.

Rony yang baru bertugas empat hari di Kupang itu menyatakan, ketika bertugas di Dili, ibu Kota RDTL, menemukan banyak BBM asal Indonesia masuk ke negara baru itu melalui perairan Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur.

Sehingga perlu diperketat pengawasan di daerah itu dan daerah lain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, sehingga mengurangi penyimpangan dan penyelewengan bahan bakar yang telah dialokasikan ke NTT.

Setiap tahun pemerintah pusat menetapkan kuota untuk satu tahun anggaran, sehingga kalau diselewengkan atau tidak dihemat, dampaknya seperti yang saat ini terjadi kelangkaan.

"Saat ini kuota nasional yang dialokasikan sudah tidak ada lagi, sehingga sebagai operator harus mengatur dan mengendalikan sehingga tetap `on quota`, tidak `over quota` BBM jenis apa saja," katanya.

Jadi permasalahan sesungguhnya BBM bersubsidi tidak langka. Yang ada hanyalah masalah pengendalian. "Kami diperintahkan BPH Migas untuk mengendalikan BBM bersubsidi. Dan apabila tidak mengikuti perintah itu, pihak BP Migas tidak bertanggung jawab.

Rony menuturkan, stok BBM bersubsidi untuk enam hari ke depan cukup. "Stok untuk enam hari ke depan cukup. Kurang lebih 1000 kilo liter," katanya.

Ia menambahkan, pengendalian BBM bersubsidi yang dilakukan Pertamina dimaksudkan agar tidak terjadi dampak atau ekses yang buruk di tengah masyarakat. "Harus bisa kita kendalikan agar di masyarakat tidak ada dampak yang buruk," katanya.

Ia mengatakan untuk 2012 stok BBM jenis premium untuk NTTT mencapai 249 ribu kiloliter, sementara BBM jenis solar kuotanya mencapai 216 ribu kilo liter.

Khusus untuk Kota Kupang, kuota yang diberikan pemerintah melalui Pertamina sebanyak 59.140 kilo liter dan hingga Oktober 2012 kuota tersebut telah terlampaui sehingga harus dilakukan pengaturan atau pengendalian agar stok bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir 2012.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026