Logo Header Antaranews Kupang

Peserta Sail Disuguhkan Tarian Tradisional NTT

Kamis, 3 Agustus 2017 13:10 WIB
Image Print
Puluhan peserta Sail Indonesia 2017 yang telah tiba di Kota Kupang disuguhkan Tarian Ja'i dari Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur oleh kelompok penari setempat. (Foto ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Peserta Sail Indonesia 2017 yang telah tiba di Kota Kupang disuguhkan sejumlah tarian tradisional Nusa Tenggara Timur yang dibawakan kelompok penari seperti Ja'i dari Bajawa dan Voti dari Rote Ndao.

Kupang (Antara NTT) - Peserta Sail Indonesia 2017 yang telah tiba di Kota Kupang disuguhkan sejumlah tarian tradisional Nusa Tenggara Timur yang dibawakan kelompok penari seperti Ja'i dari Bajawa dan Voti dari Rote Ndao.

Dalam pantauan Antara, Kamis, para peserta Sail Indonesia terlihat antusias dan terpukau menikmati tarian tradisional yang disajikan dalam rangkaian kegiatan penyambutan dari pemerintah daerah setempat yang dipusatkan di Pelataran Cafe 999, Pantai Tedy`s, Kota Kupang.

Antusias tersebut ditunjukkan pula melalui aksi pose bersama peserta Sail dengan para penari yang dilengkapi dengan kekhasan pakaian adat usai menampilkan tarian tersebut.

Asisten II Setda Kota Kupang Djama Mila Meha yang mewakili pemerintah kota setempat menjamu para peserta Sail, kepada wartawan mengatakan sajian tarian untuk menunjukkan kekayaan budaya yang unik kepada wisatawan untuk menarik minat kunjungan mereka.

"Kalau soal hidup kehidupan mewah itu wisatawan asing ini tentu sudah terbiasa di negaranya, justeru hal-hal unik seperti ini yang kita tampilkan untuk menarik minat mereka untuk terus datang ke daerah kita," katanya.

Ia menyebut, hingga hari kedua sejak wisatawan tiba pada Rabu (2/8) sudah 17 kapal yacht yang tiba di Kota Kupang.

"Totalnya ada 22 kapal yacht dari 11 negara, sisanya akan menyusul dalam satu atau dua hari ke depan ini dan selanjutnya akan mengelilingi berbagai destinas wisata di Nusa Tenggara Timur," katanya.

Menurutnya, antusias keterlibatan wisatawan mancanegara dalam kegiatan sail itu terus meningkat setiap tahunya.

Kondisi itu, kata dia, menunjukkan semakin banyak pula wisatawan yang tertarik untuk datang dan menikmati kekayaan budaya dan wisata di Provinsi Selaksa Nusa itu, sebelum melanjutkan ke sejumlah daerah lain di Indonesia.

"Untuk itulah kita di pemerintah daerah juga terus dituntut untuk terus melakukan pembenahan baik sarana dan prasarana di destinasi wisata, soal kebersihan kota, hingga masyarakat kita yang selama ini menurut wisatawan selalu ramah menyambut mereka," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata NTT Benni Wahon mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda untuk para peserta sail selama berada di Kota Kupang.

"Hari ini dilakukan penyambutan para peserta, kemudian juga akan dilakukan city tour ke sejumlah kawasan wisata di Kupang ini," katanya.

Ia mengatakan, Dinas Pariwisata Provinsi NTT bersama Pemerintah Kota Kupang juga akan menggelar gala dinner bersama dengan para peserta, sebelum pada 5 Agustus bertolak ke sejumlah kawasan wisata lainnya di NTT.

Setelah berada di Kupang, selama sekitar sepekan, para peserta bertolak ke berbagai destinasi di provinsi berbasis kepulauan itu, sebelum berkumpul di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Pulau Flores.

"Mereka akan berada di NTT selama satu bulan, sebelum semuanya berkumpul di Labuan Bajo pada akhir Agustus 2017, untuk melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia," katanya.


Didistribusi
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur, Nelson Matara meminta pemerintah untuk berperan mendistribusikan para peserta Sail Indonesia ke semua kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Distribusi peserta Sail Indonesia secara merata ke daerah-daerah, penting dilakukan agar semua daerah di NTT dapat merasakan manfaat dari kegiatan Sail Indonesia ini," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan itu kepada Antara di Kupang, Kamis.

"Sail Indonesia ini sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun, tetapi ada daerah yang mengaku tidak pernah disinggahi. Kami harapkan supaya pemerintah bisa berperan melakukan distribusi peserta ke semua daerah di NTT," katanya.

Sebanyak 14 kapal layar (yacht) yang bertolak dari Darwin, Australia pada 29 Juli 2017 sudah tiba di Pantai Tedy`s Kupang untuk mengikuti Sail Indonesia 2017 dengan melakukan kunjungan wisata ke sejumlah destinasi di Nusa Tenggara Timur.

"Dari sekitar 22 kapal, hingga siang ini baru 14 kapal yang tiba dan masih dalam pemeriksaan oleh Bea dan Cukai serta pihak Karantina," kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata NTT Benni Wahon.

Peserta Sail Indonesia 2017 yang telah tiba di Kupang, menurutnya, berasal dari sejumlah negara, yaitu Australia, Bulgaria, Amerika Serikat, dan Polandia.

Setelah berada di Kupang, selama sekitar sepekan, para peserta bertolak ke berbagai destinasi di provinsi berbasis kepulauan itu, sebelum berkumpul di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Pulau Flores.

"Mereka akan berada di NTT selama satu bulan, sebelum semuanya berkumpul di Labuan Bajo pada akhir Agustus 2017, untuk melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia," katanya lagi.

Nelson Matara menambahkan, selama ini ada daerah yang tidak pernah disinggahi. Padahal pemerintah daerah sudah menyiapkan acara penyambutan. Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, Pulau Sumba yang meliputi Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya adalah bagian dari daerah di NTT, yang tidak pernah disinggahi peserta Sail Indonesia sejak diselenggarakan kurang lebih sepuluh tahun terakhir.

"Kami harapkan supaya ada keadilan dalam pendistribusian para peserta sail," katanya menambahkan.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026