BMKG sebut curah hujan di NTT normal

id BMKG, NTT, Kota Kupang

BMKG sebut curah hujan di NTT normal

Petugas Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meterologi El Tari Kupang, menunjukan peta penyebaran hujan di wilayah NTT di Kupang, NTT Jumat (22/01/2021). BMKG Stasiun Meteorologi El Tari menyebut kondisi curah hujan di NTT dalam keadaan normal dan dampak hidrometeorologi bagi NTT tidak akan terlalu signifikan .ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Dengan curah hujan yang normal dampak bencana hidrometeorologi bagi NTT tidak terlalu signifikan, seperti di beberapa daerah di Indonesia
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Statsiun Meteorologi El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyatakan kondisi curah hujan di NTT saat ini dalam keadaan normal.

"Normal artinya bahwa saat ini seluruh wilayah di NTT ini sudah masuk musim hujan. Walaupun ada beberapa daerah yang intensitas curah hujannya tinggi tetapi ada yang sedang," kata Kepala BMKG Stasiun Meterologi El Tari Agung Sudiono Abadi di Kupang, Jumat, (22/1).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan prakiraan cuaca di NTT dan juga potensi bencana hidrometerologi akibat intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah NTT.

Agung mengatakan bahwa selama ini curah hujan di NTT selama sepekan jumlahnya hanya berkisar dari 0-60 mili per hari. Jumlah tersebut lanjut dia sangat normal mengingat saat ini seluruh wilayah di NTT sudah hujan.

"Dengan curah hujan yang normal ini dampak dari hidrometeorologi bagi NTT tidak terlalu signifikan, seperti di beberapa daerah di Indonesia," tambah dia.

Walaupun demikian ujar dia, masih banyak daerah di NTT ini yang menurut dia memiliki curah hujan yang tinggi. Seperti di Flores, kemudian di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS).

Tak hanya curah hujan dengan intensitas tinggi, hujan lebat, angin dan kilat juga masih ada di daerah itu hingga saat ini. Sehingga ia mengimbau agar masyarakat NTT tetap waspada.

Agung juga menambahkan bahwa potensi curah hujan di NTT juga masih akan terus terjadi sampai dengan Februari 2020. Namun kondisi hujan itu akan dipengaruhi oleh kondisi lokal setempat.

Ia mencontohkan seperti di Kota Kupang,hujan di Kota Kupang beberapa hari terakhir masih terus terjadi. Tetapi di kabupaten Kupang tidak terjadi hujan. Demikian juga di Flores.

"Kondisi hujan di NTT ini berubah-ubah. Terkadang kalau sudah hujan lebat di pulau Timor, dalam beberapa hari kemudian akan pindah ke Flores. Setelah itu beberapa hari kemudian kembali lagi ke pulau Timor. Nah ini yang sering terjadi," tambah dia.

Baca juga: BMKG catat 3.081 gempa bumi di NTT selama 2020

Baca juga: BMKG deteksi 1.369 titik panas di NTT pada Januari-Oktober


Ia mengharapkan agar masyarakat NTT tetap waspada dan memberikan kepercayaan kepada BMKG untuk memberikan informasi soal cuaca di NTT. 
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar