BMKG ingatkan waspadai hujan deras disertai petir di NTT

id NTT,BMKG,cuaca ekstrem,hujan lebat

BMKG ingatkan waspadai hujan deras disertai petir di NTT

Hujan yang mengguyur wilayah Kota Kupang pada Selasa (26/1/20021). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi di sebagai wilayah NTT hingga Rabu (26/1) pukul 13.00 WITA
Kupang (ANTARA) - Badan Meterorologi Geofisika Klimatologi (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang melanda sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi di sebagai wilayah NTT hingga Rabu (27/1) pukul 13.00 WITA," Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Agung Sudiono Abadi dalam keterangan yang diterim di Kupang, Selasa, (26/1).

Ia menjelaskan potensi cuaca tersebut terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sikka, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.

Hujan di NTT saat ini sedang sampai pada puncaknya sehingga beberapa daerah di NTT mengalami hujan ekstrem yang bisa berujung pada terjadinya banjir.

Meski demikian secara umum curah hujan di NTT terbilang normal karena selama sepekan jumlah curah hujannya hanya berkisar dari 0-60 mili per hari.

Baca juga: Ratusan warga Kota Kupang dievakuasi hindari longsor

Baca juga: BPBD Flores Timur mengimbau warga antisipasi longsor dan banjir


Agung meminta agar masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal yang disiapkan BMKG dan menaati imbauan disampaikan agar tidak menjadi korban bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang bisa saja terjadi.

"Peringatan dini cuaca kami sampaikan melalui aplikasi info cuaca sehingga bisa setiap saat bisa dipantau masyarakat karena jika akan terjadi bencana maka selalu ada peringatan dini dari kami," katanya.

Agung juga mengimbau masyarakat mempercayakan informasi terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana dari BMKG.*
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar