Puncak Bonus Demografi 2020-2030

id BKKBN

Puncak Bonus Demografi 2020-2030

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty (kanan) didampingi Wakil Bupati Ende Djafar Achmad berbincang-bincang saat berkunjung ke taman perenungan Bung Karno di Ende, Flores. (Foto ANTARA/Kornelis Kaha)

"Menghadapi Bonus Demografi, BKKBN mengambil peran meningkatkan kualitas penduduk melalui pembangunan keluarga," kata Surya Chandra Surapaty.
Ende, Flores (Antara NTT) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Surya Chandra Surapaty mengatakan, Indonesia diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada tahun 2020-2030.

"Menghadapi Bonus Demografi, BKKBN mengambil peran meningkatkan kualitas penduduk melalui pembangunan keluarga," katanya saat memberikan kuliah umum tentang revolusi mental melalui program Generasi Berencana (GenRe) di Universitas Flores (Unflor) Ende, Selasa, (3/10).

Bonus demografi adalah jumlah usia angkatan kerja dengan usia 15-64 tahun mencapai 70 persen. Tahun 2030 Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi di mana penduduk usia produktif sangat besar.

Ia menjelaskan untuk mewujudkan bonus demografi tersebut BKKBN mendorong agar setiap anak yang dilahirkan berkualitas. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan tumbuh kembang anak di 1.000 hari pertama kehidupan, dengan lebih mengutamakan memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif.

"Orang tua harus cerdas dalam mengurus buah hati mulai dari kebutuhan gizi hingga stimulus perkembangan anaknya," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut mantan anggota DPR RI ini juga mengajak keluarga Indonesia untuk memiliki rata-rata dua orang anak demi mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS) pada tahun 2025, yang ditandai dengan Angka Fertilitas Total (TFR) sebesar 2,1 persen.

"Dengan memiliki dua anak dan jarak antar kelahiran minimal 3-5 tahun atau tidak ada dua balita dalam satu keluarga, maka orang tua memiliki kesempatan untuk memberikan asah, asih dan asuh secara penuh kepada anak," tambahnya.

Sementara itu Presiden Jokowi, saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 sekaligus membuka Jambore Nasional Kader PKK 2017 di Hotel Mercure Ancol Jakarta pada Senin malam kemarin menyebutkan tahun 2020-2030, Indonesia menghadapi bonus demografi dengan banyak anak muda produktif hidup pada era itu.

Namun menurutnya bonus demografi itu ibarat pedang bermata dua, bisa menjadi berkah tetapi juga bisa menjadi bencana. "Bisa jadi masalah kalau tidak disiapkan kualitas SDM-nya, ada kesempatan kerja tapi tidak bisa masuk sehingga nganggur, kalau 1-2 orang tidak masalah, kalau banyak jadi masalah besar," katanya.

Menurut Presiden, bonus demografi akan menjadi berkah jika Indonesia bisa mengambil manfaat, sehingga muncul kekuatan besar SDM bangsa Indonesia.