Pertamina Siapkan BBM Satu Harga di Perbatasan

Pewarta : id BBM

Kupang (Antara NTT) - PT Pertamina (Persero) menyiapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste.

"Desember nanti BBM satu harga akan diresmikan di Atambua. Artinya akan ada dua daerah di NTT yang sudah menetapkan BBM satu harga," kata Branch Marketing Manager PT Pertamina NTT Fanda Chrismanto kepada Antara di Kupang, Kamis.

Saat ini BBM satu harga sudah diterapkan di Sumba Timur, tepatnya di salah satu Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) di Kota Waingapu.

Ia menjelaskan bahwa penetapan BBM satu harga berikutnya akan dilakukan di sejumlah pulau terluar seperti di Alor, di daratan pulau Timor, Flores dan akan ditambah di Pulau Sumba.

"Untuk beberapa daerah itu akan mulai diterapkan pada tahun 2018 nanti dengan tujuan agar semua masyarakat bisa menikmatinya khususnya di pulau-pulau terluar," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penetapan BBM satu harga itu diberlakukan khususnya di daerah-daerah yang masuk dalam kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Sementara itu untuk wilayah kabupaten/kota saat ini semuanya sudah ada lembaga penyalur BBM di pelosok daerah dengan harga yang sama sesuai dengan keputusan presiden seperti yang ditetapkan oleh Pertamina di setiap SPBU.

"Jika dibandingkan dengan salah satu kabupaten di Papua, ada satu kabupaten yang tak memiliki lembaga penyalur, tetapi kabupaten lain memilikinya. Nah kalau di NTT 22 kabupaten/kota ini sudah memilikinya," katanya menambahkan.

Untuk saat ini, Pertamina hanya menyalurkan BBM yang masuk dalam golongan BBM bersubsidi seperti Premium dan Solar, baik di lokasi BBM satu harga maupun di lembaga penyalur BBM.

Namun, ke depannya Pertamina berencana untuk menjual BBM nonsubsidi seperti Pertalite sehingga masyarakat pedalaman juga bisa merasakan BBM nonsubsidi tersebut.

"Kita juga akan menyiapkan bahan bakar alternatifnya paling tidak Pertalite. Karenakan mereka juga tentu saja ingin merasakan Pertalite seperti yang dirasakan oleh masyarakat di perkotaan," tambahnya.

Lebih lanjut ia menilai bahwa manfaat adanya BBM satu harga bagi masyarakat di pelosok adalah memudahkan akses untuk memperoleh bahan bakan yang harganya sesuai dengan di pusat.

Kemudian masyarakat tidak perlu lagi membeli BBM di setiap pangkalan yang harganya lebih dari Rp6.450 untuk premium dan Rp5.150 untuk solar.

Fanda pun berharap agar ke depannya semua masyarakat di pelosok NTT bisa merasakan BBM dengan harga yang sama sesuai dengan yang dijual di setiap SPBU. 
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar