
DKP NTT targetkan Rp1,5 miliar untuk PAD

"Tahun ini kami targetkan penerimaan dari sektor kelautan dan perikanan untuk PAD NTT sebesar Rp1,5 miliar, atau lebih gemuk sedikit dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp1,3 miliar," kata Ganef Wurgiyanto.
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur Ganef Wurgiyanto menargetkan kontribusi penerimaan dari sektor kelautan dan perikanan untuk pendapatan asli daerah (PAD) NTT tahun ini sebesar Rp1,5 miliar.
"Tahun ini kami targetkan penerimaan dari sektor kelautan dan perikanan untuk PAD NTT sebesar Rp1,5 miliar, atau lebih gemuk sedikit dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp1,3 miliar," katanya saat dihubungi Antara di Kupang, Rabu.
Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu menyatakan optimistis dapat mencapai target tersebut karena adanya sumber pendapatan baru terkait pemanfaatan rencana zonasi wilayah perairan dan pulau-pulau kecil di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
Pemanfaatan zonasi wilayah, kata dia, dikendalikan dinas terkait di provinsi berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 yang dapat dioptimalkan sebagai sumber pendapatan daerah.
"Jadi kami genjot lagi pendapatan di sektor pemanfaatan zona wilayah ini, seperti berkaitan dengan perizinan dan sebagainya," katanya.
Ganef mengatakan, kontribusi pendapatan sektor kelautan dan perikanan terus bergerak naik dari tahun ke tahun, seiring dengan upaya optimalisasi yang dilakukan terhadap berbagai sumber pemasukan dinas.
Ia menjelaskan, pada 2016 lalu, sumbangan pendapatan sektor tersebut belum maksimal karena hanya mencapai sekitar 60 persen, namun sudah tercatat meningkat pada 2017 mencapai lebih dari 100 persen.
"Tahun 2017 kemarin kami sudah lampaui target pendapatan mencapai lebih dari 110 persen, pendapatan ini naik cukup baik dengan nilai lebih dari Rp1,3 miliar," katanya.
Ia menjelaskan, pendapatan pada 2017 itu diperoleh dari sejumlah sumber seperti produksi udang di Tablolong dan produksi benih ikan di Desa Noekele, Kabupaten Kupang, tambak garam di Oesapa, Kota Kupang.
Kemudian, sumber pendapatan dari biaya tambat labu kapal nelayan, dokumen kapal, dan persediaan air bersih untuk masyarakat nelayan di Pelabuhan TPI Tenau dan PPI Oeaba Kota Kupang.
Selain itu, biaya pemanfaatan laboratorium pembinaan dan pengujian mutu hasil perikanan untuk produk-produk yang hendak dikirim ke luar daerah.
Ganef berjanji akan terus berupaya memperkuat sejumlah sumber pendapatan terutama meningkatkan produktivitas hasil seperti benih ikan, udang, dan garam yang dikelolah dinas terkait.
"Kemudian untuk sumber pendapatan baru dari pengendalian zonasi wilayah ini juga akan kami genjot sehingga harapan kami mampu berkontribusi besar bagi pendapatan daerah," demikian Ganef Wurgiyanto.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
