Logo Header Antaranews Kupang

Dibangun dua hotel internasional di Labuan Bajo

Minggu, 4 Maret 2018 19:19 WIB
Image Print
Pantai Pink di Labuan Bajo, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu idola bagi para wisatawan yang hendak melancong ke ujung barat nusa bunga itu. (ANTARA Foto/ist)
Saat ini sedang dibangun dua buah hotel berkelas internasional di Labuan Bajo untuk mengantisipasi ledakan arus kunjungan wisatawan ke destinasi wisata unggulan di Labuan Bajo dan TN Komodo.

Kupang (AntaraNews NTT) - Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengemukakan saat ini sedang dibangun dua buah hotel berkelas internasional di Labuan Bajo untuk mengantisipasi ledakan arus kunjungan wisatawan ke destinasi wisata unggulan di Labuan Bajo dan TN Komodo.

"Pembangunan dua buah hotel berkelas internasional itu sedang berlangsung di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur," kata Bupati Agustinus Ch Dula saat dihubungi Antara dari Kupang, Minggu.

Ia mengemukakan hal itu terkait kesiapan penginapan di daerah wisata Labuan Bajo menyambut para tamu internasional setelah mengikuti kegiatan tahunan (annual meeting) IMF-World Bank di Bali pada Oktober 2018.

Bupati Agustinus Ch Dula mengatakan kedua hotel berkelas internasional itu, masing-masing Hotel Marina berkapasitas sekitar 180 kamar, dan Hotel Ayana berkapasitas 200 kamar.

Ia mengatakan, pembangunan hotel tersebut direncanakan harus selesai sebelum Oktober 2018 sehingga bisa digunakan para tamu internasional yang berkunjung ke Labuan Bajo dan Taman Nasional (TN) Komodo.

Ia menjelaskan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata prioritas nasional yang terkenal keindahan alamnya serta jejeran pulau-pulau kecil yang eksotik sampai ke Taman Nasional Komodo merupakan salah satu paket wisata unggulan yang ditawarkan pemerintah pusat kepada peserta IMF-World Bank.

Sejumlah daerah wisata unggulan lainnya yang juga ditawarkan di antaranya, Nusa Tenggara Barat, Banyuwangi, Toraja, Danau Toba, Yogyakarta dan Bali.

Bupati Agustinus Ch Dula mengatakan, diperkirakan ribuan tamu internasional yang merupakan kalangan pejabat tinggi dari ratusan negara akan berkunjung ke Labuan Bajo pada Oktober 2018.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah tengah melakukan persiapan dengan menata berbagai infrastruktur pendukung, salah satunya fasilitas penginapan bertaraf internasional.

Kondisi penginapan saat ini, kata dia, masih belum memadai untuk menampung ribuan tamu yang datang sekaligus. "Dengan hadirnya dua buah hotel bertaraf internasional itu pun, tampaknya belum mencukupi untuk menampung ribuan tamu VVIP tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, hotel-hotel berbintang yang ada di Labuan Bajo tidak cukup menampung ribuan tamu sekaligus, sehingga pemerintahannya juga menyiasatinya dengan hotel-hotel sekelas melati, maupun home stay milik masyarakat lokal.

Bupati mengatakan jika sampai para tamu internasional itu tak sanggup ditampung pada hotel-hotel berbintang yang ada maka rumah penduduk pun akan dimanfaatkan untuk menampung para tamu dari berbagai negara yang datang ke Labuan Bajo.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026