Dermaga Pantai Teddy's Kupang hancur diterjang gelombang
Jumat, 25 Januari 2019 13:33 WIB
Sejumlah warga melihat dermaga tempat wisata kuliner yang rusak akibat diterjang gelombang tinggi di pesisir pantai Kota Kupang, NTT, Jumat (25/1/2019). Gelombang tinggi yang terjadi sejak Rabu (23/1) sampai saat ini telah menghancurkan sejumlah lokasi wisata di kota itu seperti dermaga tempat wisata kuliner serta sejumlah kafe berwarna. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (ANTARA News NTT) - Sebuah dermaga di Pantai Teddy's Kupang yang kini menjadi lokasi jajanan warga hancur diterjang gelombang yang terjadi sejak Rabu (23/1) dan masih terus berlangsung sampai saat ini.
Anita (35), seorang wanita yang sering menjual jajanan jagung bakar, pisang bakar serta jajanan lainnya ditemui di lokasi itu, Jumat (25/1), mengaku sedih karena lokasi yang biasa digunakan untuk mencari nafkah hancur akibat diterjang gelombang.
"Hancurnya kemarin (Kamis, 24/1) saat gelombang tinggi. Kini saya bingung harus berjualan di mana lagi," katanya.
Anita mengaku sudah berjualan selama kurang lebih lima tahun di tempat itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya walaupun keuntungan yang didapatnya sangat kecil.
Dermaga di Teddy's itu dulunya sering dipakai untuk bersandarnya kapal-kapal nelayan. Namun seiring berjalannya waktu lokasinya kini menjadi lokasi jajanan yang menjual jagung bakar, pisang serta roti bakar sambil berwisata menikmati tenggelamnya matahari.
Anita berharap agar pemerintah segera memberikan solusi agar para penjual yang berjualan di daerah itu bisa mendapatkan tempat yang baru. Sejumlah kafe berwarna di pinggir pantai Oesapa Kupang rusak berat akibat diterjang gelombang tinggi di hampir seluruh pesisir pantai Kota Kupang NTT Jumat, (25/1/19). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha). Hasil pantauan Antara menunjukkan bahwa saat air laut pasang, gelombang tinggi terus menghantam seluruh pesisir pantai di Kota Kupang, termasuk dermaga di pantai Teddy's itu.
Kerusakan lain akibat gelombang tinggi tidak hanya terjadi di pesisir pantai Teddy's, tetapi juga di pantai berwarna Oesapa Kupang.
Sejumlah kafe berwarna yang juga menjadi lokasi wisata bagi warga Kota Kupang dan wisatawan dari luar Kupang juga rusak berat.
"Ini sudah hancur dari hari Rabu n(23/1), saat gelombang tinggi," kata Alfons, seorang pedagang yang ditemui saat melintas di pesisir pantai Oesapa itu.
Ia yakin kejadian gelombang tinggi akan kembali terjadi pada Jumat (25/1) saat air laut pasang, dan akan naik sampai ke jalan raya. Sejumlah warga melihat dermaga tempat wisata kuliner yang rusak akibat diterjang gelombang tinggi di pesisir pantai Kota Kupang, NTT, Jumat (25/1/2019). Gelombang tinggi yang terjadi sejak Rabu (23/1) sampai saat ini telah menghancurkan sejumlah lokasi wisata di kota itu seperti dermaga tempat wisata kuliner serta sejumlah kafe berwarna. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Anita (35), seorang wanita yang sering menjual jajanan jagung bakar, pisang bakar serta jajanan lainnya ditemui di lokasi itu, Jumat (25/1), mengaku sedih karena lokasi yang biasa digunakan untuk mencari nafkah hancur akibat diterjang gelombang.
"Hancurnya kemarin (Kamis, 24/1) saat gelombang tinggi. Kini saya bingung harus berjualan di mana lagi," katanya.
Anita mengaku sudah berjualan selama kurang lebih lima tahun di tempat itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya walaupun keuntungan yang didapatnya sangat kecil.
Dermaga di Teddy's itu dulunya sering dipakai untuk bersandarnya kapal-kapal nelayan. Namun seiring berjalannya waktu lokasinya kini menjadi lokasi jajanan yang menjual jagung bakar, pisang serta roti bakar sambil berwisata menikmati tenggelamnya matahari.
Anita berharap agar pemerintah segera memberikan solusi agar para penjual yang berjualan di daerah itu bisa mendapatkan tempat yang baru. Sejumlah kafe berwarna di pinggir pantai Oesapa Kupang rusak berat akibat diterjang gelombang tinggi di hampir seluruh pesisir pantai Kota Kupang NTT Jumat, (25/1/19). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha). Hasil pantauan Antara menunjukkan bahwa saat air laut pasang, gelombang tinggi terus menghantam seluruh pesisir pantai di Kota Kupang, termasuk dermaga di pantai Teddy's itu.
Kerusakan lain akibat gelombang tinggi tidak hanya terjadi di pesisir pantai Teddy's, tetapi juga di pantai berwarna Oesapa Kupang.
Sejumlah kafe berwarna yang juga menjadi lokasi wisata bagi warga Kota Kupang dan wisatawan dari luar Kupang juga rusak berat.
"Ini sudah hancur dari hari Rabu n(23/1), saat gelombang tinggi," kata Alfons, seorang pedagang yang ditemui saat melintas di pesisir pantai Oesapa itu.
Ia yakin kejadian gelombang tinggi akan kembali terjadi pada Jumat (25/1) saat air laut pasang, dan akan naik sampai ke jalan raya. Sejumlah warga melihat dermaga tempat wisata kuliner yang rusak akibat diterjang gelombang tinggi di pesisir pantai Kota Kupang, NTT, Jumat (25/1/2019). Gelombang tinggi yang terjadi sejak Rabu (23/1) sampai saat ini telah menghancurkan sejumlah lokasi wisata di kota itu seperti dermaga tempat wisata kuliner serta sejumlah kafe berwarna. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai risiko keselamatan pelayaran akibat gelombang 4 meter di sejumlah perairan
04 May 2026 11:26 WIB
BMKG: Dua perairan di NTT berpotensi gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter
06 April 2026 11:53 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 20-23 Maret 2026
20 March 2026 17:47 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 16-19 Maret 2026
16 March 2026 10:15 WIB
Gelombang kekerasan di Negara Bagian Meksiko, kartel tewaskan 24 personel garda Nasional
24 February 2026 14:45 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter di laut NTT hingga 19 Februari 2026
17 February 2026 10:28 WIB