Walhi gelar lomba menulis bagi caleg di NTT
Senin, 18 Februari 2019 10:46 WIB
Direktur Walhi NTT Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi.
Kupang (ANTARA News NTT) - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nusa Tenggara Timur, mengelar lomba menulis tentang perlindungan lingkungan hidup bagi calon anggota legislatif yang bertarung pada pemilu legislatif 17 April 2019 di provinsi berbasis kepulauan ini.
Direktur Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi yang menghubungi Antara di Kupang, Senin (18/2) mengatakan, lomba menulis bagi calon anggota legislatif dilakukan guna mengetahui secara jelas tentang pemahaman mereka terhadap upaya penyelamatan lingkungan hidup melalui kebijakan politik di perlemen.
Ia mengatakan, lomba menulis bagi calon anggota parlemen dengan tema Politik lingkungan hidup dan perlindungan wilayah kelola rakyat dalam ruang legislatif yang digelar 3 Maret 2019 itu perlu dilakukan agar publik mengetahui secara jelas rekam jejak dan kemampuan calon anggota legislatif terhadap penyelamatan lingkungan hidup di NTT.
Dikataknnya, pemilu yang digelar sekaligus antara pemilu legislatif dan pilpres menyebabkan porsi rakyat untuk melihat caleg dan rekam jejak caleg sangat terbatas karena gaung pilpres lebih mendominasi di ranah publik menyebabkan porsi rakyat untuk melihat rekam jejak calon legislator menjadi berkurang.
"Padahal calon legislator ini seharusnya diketahui kemampuan dan rekam jejaknya agar mampu memperjuangkan kepentingan publik secara maksimal di perlemen," tegas Umbu.
Ia mengatakan, Walhi NTT kuatir bahwa pemilu akan banyak menghasilkan legislator yang minim kontrol publik atas kapasitas dan rekam jejak calon legislator.
"Publik sudah sepantasnya memperoleh pengetahuan yang memadai tentang para calon sebelum membuat keputusan untuk memilih apalagi ruang legislatif adalah salah satu kunci utama lahirnya kebijakan-kebijakan publik seperti mengenai perlindungan lingkungan hidup, perlindungan pangan lokal dan pengelolaan pesisir," tutur umbu.
Ia menambahkan Walhi NTT menemukan narasi kampanye para caleg lebih didominasi oleh pencitraan personal dan kedekatan keluarga.
"Padahal persoalan lingkungan hidup di NTT merupakan salah satu persoalan serius yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Mulai dari daya rusak tambang yang dibiarkan, rusaknya hutan dan kawasan hutan dan masalah sampah kurang mendapat perhatian kampanye para caleg di NTT," ucapnya.
Umbu menambahkan lomba penulisan artikel penyelamatan lingkungan hidup untuk 9.964 orang caleg yang telah ditetapkan KPU sebagai peserta pemilu yaitu caleg kabupaten/kota sebanyak 8.816 orang, caleg provinsi sebanyak 932 orang dan caleg DPR-RI dan DPD RI sebanyak 216 orang.
Baca juga: Wahli minta Pergub NTT tentang Moratorium Tambang direvisi
Baca juga: Walhi Kecam Kriminalisasi Terhadap Aktivis Lingkungan
Direktur Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi yang menghubungi Antara di Kupang, Senin (18/2) mengatakan, lomba menulis bagi calon anggota legislatif dilakukan guna mengetahui secara jelas tentang pemahaman mereka terhadap upaya penyelamatan lingkungan hidup melalui kebijakan politik di perlemen.
Ia mengatakan, lomba menulis bagi calon anggota parlemen dengan tema Politik lingkungan hidup dan perlindungan wilayah kelola rakyat dalam ruang legislatif yang digelar 3 Maret 2019 itu perlu dilakukan agar publik mengetahui secara jelas rekam jejak dan kemampuan calon anggota legislatif terhadap penyelamatan lingkungan hidup di NTT.
Dikataknnya, pemilu yang digelar sekaligus antara pemilu legislatif dan pilpres menyebabkan porsi rakyat untuk melihat caleg dan rekam jejak caleg sangat terbatas karena gaung pilpres lebih mendominasi di ranah publik menyebabkan porsi rakyat untuk melihat rekam jejak calon legislator menjadi berkurang.
"Padahal calon legislator ini seharusnya diketahui kemampuan dan rekam jejaknya agar mampu memperjuangkan kepentingan publik secara maksimal di perlemen," tegas Umbu.
Ia mengatakan, Walhi NTT kuatir bahwa pemilu akan banyak menghasilkan legislator yang minim kontrol publik atas kapasitas dan rekam jejak calon legislator.
"Publik sudah sepantasnya memperoleh pengetahuan yang memadai tentang para calon sebelum membuat keputusan untuk memilih apalagi ruang legislatif adalah salah satu kunci utama lahirnya kebijakan-kebijakan publik seperti mengenai perlindungan lingkungan hidup, perlindungan pangan lokal dan pengelolaan pesisir," tutur umbu.
Ia menambahkan Walhi NTT menemukan narasi kampanye para caleg lebih didominasi oleh pencitraan personal dan kedekatan keluarga.
"Padahal persoalan lingkungan hidup di NTT merupakan salah satu persoalan serius yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Mulai dari daya rusak tambang yang dibiarkan, rusaknya hutan dan kawasan hutan dan masalah sampah kurang mendapat perhatian kampanye para caleg di NTT," ucapnya.
Umbu menambahkan lomba penulisan artikel penyelamatan lingkungan hidup untuk 9.964 orang caleg yang telah ditetapkan KPU sebagai peserta pemilu yaitu caleg kabupaten/kota sebanyak 8.816 orang, caleg provinsi sebanyak 932 orang dan caleg DPR-RI dan DPD RI sebanyak 216 orang.
Baca juga: Wahli minta Pergub NTT tentang Moratorium Tambang direvisi
Baca juga: Walhi Kecam Kriminalisasi Terhadap Aktivis Lingkungan
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Walhi minta Pemkab Sumba Tengah tindak resor yang langgar sempadan pantai
16 September 2022 9:41 WIB, 2022
WALHI segera surati Gubernur NTT minta hentikan aktivitas di Besipae
15 October 2020 14:43 WIB, 2020
Walhi NTT desak pemerintah lebih serius tangani kerusakan lingkungan
30 September 2019 17:24 WIB, 2019
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
TNI AL menyiapkan kapal rumah sakit untuk pasukan perdamaian di Palestina
12 February 2026 15:41 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR: Wacana pengiriman TNI ke Gaza sesuai konstitusi
12 February 2026 15:40 WIB