GMIT: Perlu rekonsiliasi utuh pascapemilu 2019
Senin, 20 Mei 2019 17:33 WIB
Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendeta Meri Kolimon (ANTARA FOTO/istimewa)
Kupang (ANTARA) - Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Pendeta Meri Kolimon mengatakan diperlukan adanya rekonsiliasi secara utuh antarsemua elemen bangsa untuk memulihkan hubungan persaudaraan yang terkotak-kotak akibat perbedaan pilihan politik pada Pemilu 2019.
"Rekonsiliasi secara utuh ini sangat diperlukan karena kami mengamati sebagai lembaga agama bahwa keterpecahan masyarakat dalam momen politik Pemilu ini sangat dalam," katanya kepada Antara di Kupang, Senin (20/5).
Pelaksanaan Pemilu 2019 untuk memilih presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif telah dan dewan perwakilan daerah sudah selesai. KPU akan mengumumkan dan menetapkan hasilnya pada 22-25 Mei 2019.
Namun menurut Meri Kolimon, pesta demokrasi kali ini telah menghadirkan dampak yang besar terhadap solidaritas antaranak bangsa.
"Kami memang merasa prihatin ketika mendengar, membaca ada upaya pengerahan massa yang menunjukkan terkotak-kotaknya masyarakat akibat perbedaan pilihan politik," katanya.
Baca juga: MUI NTT: Hormati hasil Pemilu 2019, kita satu warga bangsa
Ia mengatakan, dalam Pemilu kali ini terlihat adanya ekploitasi unsur-unsur primodial yang mencederai komitmen dan semangat persatuan bangsa.
Untuk itu ia berharap, pemerintah dan semua pihak termasuk lembaga agama agar bersama-sama melakukan rekonsiliasi secara utuh untuk memulihkan kembali rasa persatuan dan kesatuan.
"Sebab tanpa itu kita akan sulit mencapai cita-cita bersama menjadi bangsa yang adil dan makmur," katanya.
Ia menambahkan, "Ini akan menjadi pekerjaan berat kita tapi harus dilakukan untuk kembali membangun ruang-ruang perjumpaan, saling memaafkan, dan kembali bahu-membahu membangun bangsa ini ke depan," ujarnya.
Baca juga: NTT kondusif selama berlangsungnya Pemilu 2019
Baca juga: Penolakan Prabowo tidak mempengaruhi hasil Pemilu 2019
"Rekonsiliasi secara utuh ini sangat diperlukan karena kami mengamati sebagai lembaga agama bahwa keterpecahan masyarakat dalam momen politik Pemilu ini sangat dalam," katanya kepada Antara di Kupang, Senin (20/5).
Pelaksanaan Pemilu 2019 untuk memilih presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif telah dan dewan perwakilan daerah sudah selesai. KPU akan mengumumkan dan menetapkan hasilnya pada 22-25 Mei 2019.
Namun menurut Meri Kolimon, pesta demokrasi kali ini telah menghadirkan dampak yang besar terhadap solidaritas antaranak bangsa.
"Kami memang merasa prihatin ketika mendengar, membaca ada upaya pengerahan massa yang menunjukkan terkotak-kotaknya masyarakat akibat perbedaan pilihan politik," katanya.
Baca juga: MUI NTT: Hormati hasil Pemilu 2019, kita satu warga bangsa
Ia mengatakan, dalam Pemilu kali ini terlihat adanya ekploitasi unsur-unsur primodial yang mencederai komitmen dan semangat persatuan bangsa.
Untuk itu ia berharap, pemerintah dan semua pihak termasuk lembaga agama agar bersama-sama melakukan rekonsiliasi secara utuh untuk memulihkan kembali rasa persatuan dan kesatuan.
"Sebab tanpa itu kita akan sulit mencapai cita-cita bersama menjadi bangsa yang adil dan makmur," katanya.
Ia menambahkan, "Ini akan menjadi pekerjaan berat kita tapi harus dilakukan untuk kembali membangun ruang-ruang perjumpaan, saling memaafkan, dan kembali bahu-membahu membangun bangsa ini ke depan," ujarnya.
Baca juga: NTT kondusif selama berlangsungnya Pemilu 2019
Baca juga: Penolakan Prabowo tidak mempengaruhi hasil Pemilu 2019
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB
GMIT: Kabupaten Kupang jadi wilayah terbanyak kasus kekerasan berbasis gender
03 March 2025 12:34 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB