Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV di Kupang memperkuat sinergi sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui partisipasi aktif pada Rapat Koordinasi Terpadu (Rakortek) Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka di Kupang, Kamis, mengatakan institusi pendidikan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, iklim, dan geopolitik, yang berkembang cepat.
“Kita harus menjalankan visi jangka panjang agar SDM yang melimpah ini menjadi impactful atau memberikan dampak nyata bagi negara,” katanya di hadapan pimpinan perguruan tinggi.
Forum bertema “Membangun Sinergitas Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Industri” itu membahas penguatan kolaborasi perguruan tinggi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di provinsi itu.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan hilirisasi riset untuk mendukung industrialisasi nasional.
Ia mengingatkan agar inovasi riset terus dipercepat sehingga teknologi yang digunakan industri tidak tertinggal perkembangan zaman.
“Penting bagi kita untuk terus berinovasi melalui riset. Jangan sampai saat pabrik atau industri siap beroperasi, teknologi yang digunakan justru sudah usang,” ujarnya.
Melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri, Undana berharap hasil riset kampus dapat diterapkan langsung untuk mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di NTT.
Keterlibatan aktif perguruan tinggi, kata dia, juga diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret dalam menekan angka stunting dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah kepulauan itu.
Dalam forum tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana Prof. Annytha I R Detha juga dipercaya menjadi moderator dalam sesi diskusi lintas sektor.