SDM Napi disiapkan sebelum keluar dari Lapas
Sabtu, 17 Agustus 2019 13:43 WIB
Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Badarudin. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan).
Kupang (ANTARA) - Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Badarudin mengatakan pihaknya fokus menyiapkan sumber daya manusia (SDM), bagi narapidana sebelum bebas dan kembali ke tengah masyarakat.
"Kami punya program pembinaan untuk para napi, sehingga sebelum bebas, mereka sudah memiliki keterampilan untuk bisa berusaha secara mandiri," ujarnya di Kupang, Sabtu (17/8).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya Lapas dalam menyiapkan SDM para napi agar setelah kembali ke masyarakat, mereka bisa berusaha secara mandiri untuk menghidupi diri dan keluarga.
Menurut dia, di lapas telah disiapkan pelatihan tentang pertukangan, pertanian, perkebunan dan juga perbengkelan bagi para napi.
Dengan adanya keterampilan yang dimiliki, para napi bisa membuka usaha secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Baca juga: Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Napi di Lapas
Mengenai syarat, dia mengemukakan tidak semua nara pidana yang masuk ke lapas langsung mendapat pelatihan, tetapi ada tahapan-tahapan dan penilaian.
"Tetapi pada umumnya, mereka yang mendapat kesempatan untuk memperoleh keterampilan adalah mereka yang sudah menjalani setengah dari masa tahanan," ujarnya.
Bahkan, napi yang dinilai memiliki kelakuan baik diberikan kesempatan untuk bekerja pada bengkel-bengkel kayu maupun motor di luar lapas, katanya.
Dalam hubungan dengan permodalan, tambahnya Lapas tidak menyiapkan modal untuk membuka usaha setelah keluar dari lapas, tetapi hanya keterampilan.
Namun, saat ini sedang dilakukan sinergitas dengan pemerintah daerah, agar pemerintah bisa membantu permodalan, lanjutnya Badarudin.
Baca juga: KPU tak berwenang larang mantan napi caleg
Baca juga: Pengamat: Larangan mantan napi caleg perlu diapresiasi
"Kami punya program pembinaan untuk para napi, sehingga sebelum bebas, mereka sudah memiliki keterampilan untuk bisa berusaha secara mandiri," ujarnya di Kupang, Sabtu (17/8).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya Lapas dalam menyiapkan SDM para napi agar setelah kembali ke masyarakat, mereka bisa berusaha secara mandiri untuk menghidupi diri dan keluarga.
Menurut dia, di lapas telah disiapkan pelatihan tentang pertukangan, pertanian, perkebunan dan juga perbengkelan bagi para napi.
Dengan adanya keterampilan yang dimiliki, para napi bisa membuka usaha secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Baca juga: Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Napi di Lapas
Mengenai syarat, dia mengemukakan tidak semua nara pidana yang masuk ke lapas langsung mendapat pelatihan, tetapi ada tahapan-tahapan dan penilaian.
"Tetapi pada umumnya, mereka yang mendapat kesempatan untuk memperoleh keterampilan adalah mereka yang sudah menjalani setengah dari masa tahanan," ujarnya.
Bahkan, napi yang dinilai memiliki kelakuan baik diberikan kesempatan untuk bekerja pada bengkel-bengkel kayu maupun motor di luar lapas, katanya.
Dalam hubungan dengan permodalan, tambahnya Lapas tidak menyiapkan modal untuk membuka usaha setelah keluar dari lapas, tetapi hanya keterampilan.
Namun, saat ini sedang dilakukan sinergitas dengan pemerintah daerah, agar pemerintah bisa membantu permodalan, lanjutnya Badarudin.
Baca juga: KPU tak berwenang larang mantan napi caleg
Baca juga: Pengamat: Larangan mantan napi caleg perlu diapresiasi
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lapas Perempuan Kupang menggelar pelatihan keterampilan bagi warga binaan
08 November 2025 18:12 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB