Curah Hujan Das-III Hanya 20-75 Persen
Selasa, 14 Maret 2017 10:03 WIB
R Mulyono Rahadi Prabowo, Deputi Bidang Klimatologi BMKG
Kupang (Antara NTT) - Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) R Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan curah hujan pada dasarian III (Februari-Maret) 2017 hanya berkisar antara 20-75 mm/dasarian atau masuk kriteria rendah.
Ini terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia tengah dan timur, seperti di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara dan Papua.
Dalam rilis tertulisnya yang diterima di Kupang, Selasa, Rahadi Prabowo mengatakan pada 19 Agustus 2016, BMKG telah merilis bahwa sebagian besar wilayah Indonesia (70 persen) diprediksi memasuki awal musim hujan lebih awal.
Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa awal musim hujan 2016/2017 di sebagian besar wilayah Indonesia 71 persen maju lebih awal atau sama dengan normalnya 18 persen dan hanya 11 persen yang mundur dari normalnya.
Sementara curah hujan tinggi (>150 mm/das) terjadi di Sumatera, Banten, Jawa Barat bagian barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat dan Papua bagian tengah.
Ia menambahkan pada tahun 1998 terjadi gejala La Nina kuat, namun pada 2015 malah terjadi El Nino kuat, sementara pada tahun 2016 terjadi La Nina, namun dalam skala lemah-sedang.
Sementara untuk tahun 2017, berdasarkan monitoring hingga awal Maret 2017, kondisi SST (Sea Surface Temparature), kondisi ENSO, dan IOD hingga semester 1-2017 akan berada pada kondisi netral, ada peluang El Nino lemah pada periode Juni-Juli-Agustus 2017.
Sementara awal musim kemarau 2017 untuk sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan berlangsung pada Mei-Juni-Juli 2017.
Di sebagian besar wilayah di Indonesia diprakirakan mundur sebanyak 154 ZOM (39.9 persen), sama sebanyak 124 ZOM (37.3 persen) dan maju sebanyak 64 ZOM (22.8 persen).
Dengan sifat hujan musim kemarau 2017, diprakirakan bawah normal sebanyak 77 ZOM (23.6 persen), normal sebanyak 199 ZOM (58.2 persen) dan sisanya atas normal sebanyak 66 ZOM (18.2 persen).
Ini terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia tengah dan timur, seperti di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara dan Papua.
Dalam rilis tertulisnya yang diterima di Kupang, Selasa, Rahadi Prabowo mengatakan pada 19 Agustus 2016, BMKG telah merilis bahwa sebagian besar wilayah Indonesia (70 persen) diprediksi memasuki awal musim hujan lebih awal.
Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa awal musim hujan 2016/2017 di sebagian besar wilayah Indonesia 71 persen maju lebih awal atau sama dengan normalnya 18 persen dan hanya 11 persen yang mundur dari normalnya.
Sementara curah hujan tinggi (>150 mm/das) terjadi di Sumatera, Banten, Jawa Barat bagian barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat dan Papua bagian tengah.
Ia menambahkan pada tahun 1998 terjadi gejala La Nina kuat, namun pada 2015 malah terjadi El Nino kuat, sementara pada tahun 2016 terjadi La Nina, namun dalam skala lemah-sedang.
Sementara untuk tahun 2017, berdasarkan monitoring hingga awal Maret 2017, kondisi SST (Sea Surface Temparature), kondisi ENSO, dan IOD hingga semester 1-2017 akan berada pada kondisi netral, ada peluang El Nino lemah pada periode Juni-Juli-Agustus 2017.
Sementara awal musim kemarau 2017 untuk sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan berlangsung pada Mei-Juni-Juli 2017.
Di sebagian besar wilayah di Indonesia diprakirakan mundur sebanyak 154 ZOM (39.9 persen), sama sebanyak 124 ZOM (37.3 persen) dan maju sebanyak 64 ZOM (22.8 persen).
Dengan sifat hujan musim kemarau 2017, diprakirakan bawah normal sebanyak 77 ZOM (23.6 persen), normal sebanyak 199 ZOM (58.2 persen) dan sisanya atas normal sebanyak 66 ZOM (18.2 persen).
Pewarta : Hironimus Bifel
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Suhu udara mencapai 37 derajat di sejumlah wilayah pada 22-29 September 2025
29 September 2025 14:45 WIB
BNPB: Pemerintah dan masyarakat mewaspadai anomali cuaca di tengah puncak musim kemarau
01 August 2025 15:16 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB