Kesulitan akses kartu prakerja karena banyak pendaftar
Minggu, 3 Mei 2020 10:29 WIB
Petugas Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT sedang melakukan wawancara dengan seorang calon tenaga kerja (kanan). (ANTARA/HO-dok)
Kupang (ANTARA) - Plt. Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Silvy Peku Djawang mengatakan, kesulitan untuk mengakses kartu prakerja karena banyak sekali yang berusaha untuk melakukan pendaftaran.
"Kalau kesulitan pendaftaran, sangat dipahami karena saat ini semua yang terdampak COVID-19 di seluruh Indonesia sedang melakukan hal yang sama," kata Silvy Peku Djawang di Kupang, Minggu, (3/5).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan keluhan dari warga yang mengaku kesulitan untuk mendaftarkan diri dalam program kartu pra kerja.
Baca juga: Presiden minta korban PHK jadi prioritas dapat Kartu Pra Kerja
Baca juga: Warga kesulitan akses kartu pra kerja
Menurut dia, semua orang yang terkena dampak COVID-19 di seluruh Indonesia terus berupaya untuk dapat mengakses program kartu pra kerja, sehingga tidak semua bisa dengan mudah mendapatkan akses untuk mendaftar.
Secara terpisah, anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI Perjuangan, Emanuel Kolfidus mengatakan perlu langkah yang lebih progresif untuk mengajak masyarakat mengakses kartu prakerja.
"Tentunya banyak kendala, terutama kecukupan layanan internet, sehingga DPRD juga mengharapkan dinas tenaga kerja di wilayah-wilayah membantu masyarakat melalui layanan informasi dan jaringan," katanya.
Ia meminta kementerian yang mengelola pendaftaran kartu prakerja harus memperhatikan keluhan soal sulitnya mengakses pendaftaran kartu ini.
"Bayangkan kalau dalam satu waktu ada jutaan orang mendaftar, tentu perangkat IT akan tidak sanggup," katanya.
Dalam hubungan dengan itu, maka perlu dicarikan solusi, apakah menambah server atau apapun caranya agar berjuta juta rakyat yang ingin mendaftar dapat dilayani secara baik dan merata.
"Kalau kesulitan pendaftaran, sangat dipahami karena saat ini semua yang terdampak COVID-19 di seluruh Indonesia sedang melakukan hal yang sama," kata Silvy Peku Djawang di Kupang, Minggu, (3/5).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan keluhan dari warga yang mengaku kesulitan untuk mendaftarkan diri dalam program kartu pra kerja.
Baca juga: Presiden minta korban PHK jadi prioritas dapat Kartu Pra Kerja
Baca juga: Warga kesulitan akses kartu pra kerja
Menurut dia, semua orang yang terkena dampak COVID-19 di seluruh Indonesia terus berupaya untuk dapat mengakses program kartu pra kerja, sehingga tidak semua bisa dengan mudah mendapatkan akses untuk mendaftar.
Secara terpisah, anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI Perjuangan, Emanuel Kolfidus mengatakan perlu langkah yang lebih progresif untuk mengajak masyarakat mengakses kartu prakerja.
"Tentunya banyak kendala, terutama kecukupan layanan internet, sehingga DPRD juga mengharapkan dinas tenaga kerja di wilayah-wilayah membantu masyarakat melalui layanan informasi dan jaringan," katanya.
Ia meminta kementerian yang mengelola pendaftaran kartu prakerja harus memperhatikan keluhan soal sulitnya mengakses pendaftaran kartu ini.
"Bayangkan kalau dalam satu waktu ada jutaan orang mendaftar, tentu perangkat IT akan tidak sanggup," katanya.
Dalam hubungan dengan itu, maka perlu dicarikan solusi, apakah menambah server atau apapun caranya agar berjuta juta rakyat yang ingin mendaftar dapat dilayani secara baik dan merata.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Frans Teguh paparkan rumusan kesimpulan Pra Rakornas Pariwisata 2024
09 December 2024 10:47 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Sebanyak 391 calon haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan ke Tanah Suci
22 April 2026 6:59 WIB
MBG telah menjangkau 27 ribu SPPG dengan serapan anggaran capai Rp60 triliun
20 April 2026 14:00 WIB