PPKM mikro libatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif (kedua kanan)bersama Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Samuel Hehakaya (kanan) dan wakil wali Kota Kupang Hermanus Man (kedua kiri) berjalan bersama ketika mengelar bakti sosial pencegahan penyebaran COVID-19 di Pasar Oeba, Kota Kupang, Selasa (10/2/2021). Dalam bakti sosial itu TNI dan Polri membagi-bagikan 42 ribu masker dan juga 2.600 hansanitaizer kepada pengunjung dan pedagang sebagai bagian dari penyadaran kepada masyarakat soal pentingnya penerapan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.
"Untuk penerapan PPKM di tingkat Mikro diperlukan keterpaduan dan kebersamaan baik itu aparat kelurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk kita sama melakukan kegiatan seperti tracing, testing dan treatment (3T) di lingkungan yang lebih kecil," katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa (10/2) di sela baksos TNI-Polri dalam rangka penanggulangan penyebaran COVID-19 di Kota Kupang bersama dengan pemerintah Kota Kupang.
Kapolda mengatakan bahwa dengan penerapan PPKM yang bersifat mikro maka otomatis pendataan warga yang tertular COVID-19 akan lebih detail.
"Jadi akan lebih detail sampai kepada RT-RW dan tidak bersifat umum seperti sebelum-sebelumnya," ujar dia.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak perlu ragu untuk melaporkan sehingga bisa diperiksa dan dicegah lebih awal. Artinya bahwa masyarakat diimbau untuk tidak menutup diri jika merasakan ada yang menjanggal di dalam dirinya.
Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengatakan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada level mikro dilakukan sebagai upaya pemerintah mengendalikan penyebaran COVID-19, mulai dari tingkat RT/kelurahan.
"Penanganan kasus COVID-19 di Kota Kupang saat ini harus dilakukan mulai dari level paling bawah, sehingga pengendalian penyebaran COVID-19 dapat terpantau secara baik," ujarnya.
Dia mengatakan, Pemerintah Kota Kupang mengambil langkah tegas dengan menerapkan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat, mulai dari tingkat mikro yakni RT, RW, Kelurahan dan akan dikoordinir oleh camat dan kapolsek.
Ia mengatakan jumlah pasien suspect virus corona jenis baru di Kota Kupang terus meningkat, tetapi tingkat kesembuhan masih kurang dari 40 persen.
Baca juga: Artikel - Bumi Flobamora bergulat melawan pandemi COVID-19
Baca juga: Pemkot Kupang tutup Resto Taman Laut, ada apa...?
Bahkan dia menambahkan, tingkat kematian pasien COVID-19 di Kota Kupang tidak berbeda jauh dengan nasional, sementara kasus aktif mencapai lebih dari 58 persen.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kepala Daerah se-NTT sepakat negosiasi dengan pusat soal batas belanja pegawai 30 persen
04 March 2026 13:07 WIB