Lantamal tak bisa bekerja sendiri tanggani narkoba
Selasa, 27 Maret 2018 16:56 WIB
Lantamal VII Kupang, Nusa Tenggara Timur saat melakukan operasi di wilayah perairan NTT. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (AntaraNews NTT) - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang, Nusa Tenggara Timur tidak bisa bekerja sendiri dalam pencegahan masukanya narkoba ke wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
"Pada dasarnya Lantamal VII Kupang tidak bisa bekerja sendiri untuk mengawal kawasan laut NTT ini agar tidak dimasuki oleh para pengedar narkoba," kata Komandan Satuan Kapal Patroli Kolonel Laut (P) Nanang Nurjatmiko kepada Antara di Kupang, Selasa (27/3).
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan pernyataan dari Direktur Narkoba Polda NTT Kombes Pol Viktor Sihombing, akibat maraknya pasokan narkoba jenis sabu melalui laut di NTT dalam tahun 2018.
Selama periode Januari hingga Maret 2018 ini kurang lebih ada enam kasus yang sudah ditangani oleh Ditresnarkoba Polda NTT. Dari enam kasus tersebut, dua di antaranya masuk melalui jalur udara, sedang empat kasus sisanya masuk melalui jalur laut.
Nanang sapaan dari Komandan Satuan Kaopal Patroli itu mengatakan salah satu instansi yang bekerja sama dengan mereka adalah bea cukai, karena terkadang dalam jumlah besar narkoba sering masuk melalui laut.
Baca juga: 14 bandara belum dilengkapi pendeteksi narkoba
Baca juga: TNI tingkatkan pengamanan cegah masuknya narkoba KRI Tongkol bermarkas di Lantamal VII Kupang (ANTARA Foto/dok)
"Disamping itu juga dengan pihak intelegen lainnya agar informasi akurat bisa kami dapatkan dalam pencegahan masuknya narkoba itu," katanya dan menambahkan dalam waktu dekat ini, kerja sama pengamanan di laut dan rapat koordinasi direncanakan akan dilaksanakan untuk memantapkan koordinasi.
Kegiatan operasi tidak hanya dilakukan oleh TNI AL sendiri namun juga dengan pihak kepolisian, Bea cukai agar bisa bersama-sama menindak. "Kalau perlu Kerjasama tersebut bisa berupa operasi bersama ataupun personilnya onboard di kapal kami," tambahnya.
Sama halnya dengan Nanang, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur Yos Gadhi mengatakan bahwa bersyukur karena kejadian atau kasus narkoba selama ini di NTT hanya sebatas pada jumlah gram saja, tidak sampai pada kilogram tau ton.
Namun menurutnya walaupun dalam jumlah kecil pihaknya selalu waspada. Untuk pengamanan di wilayah laut, Yos mengatakan berkoordinasi dengan TNI AL serta Kepolisian Perairan Polda NTT guna mencegah hal ini.
Baca juga: BNNP NTT rehabilitasi 150 pengguna narkoba KRI Tongkol bermarkas di Lantamal VII Kupang (ANTARA Foto/dok)
"Pada dasarnya Lantamal VII Kupang tidak bisa bekerja sendiri untuk mengawal kawasan laut NTT ini agar tidak dimasuki oleh para pengedar narkoba," kata Komandan Satuan Kapal Patroli Kolonel Laut (P) Nanang Nurjatmiko kepada Antara di Kupang, Selasa (27/3).
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan pernyataan dari Direktur Narkoba Polda NTT Kombes Pol Viktor Sihombing, akibat maraknya pasokan narkoba jenis sabu melalui laut di NTT dalam tahun 2018.
Selama periode Januari hingga Maret 2018 ini kurang lebih ada enam kasus yang sudah ditangani oleh Ditresnarkoba Polda NTT. Dari enam kasus tersebut, dua di antaranya masuk melalui jalur udara, sedang empat kasus sisanya masuk melalui jalur laut.
Nanang sapaan dari Komandan Satuan Kaopal Patroli itu mengatakan salah satu instansi yang bekerja sama dengan mereka adalah bea cukai, karena terkadang dalam jumlah besar narkoba sering masuk melalui laut.
Baca juga: 14 bandara belum dilengkapi pendeteksi narkoba
Baca juga: TNI tingkatkan pengamanan cegah masuknya narkoba KRI Tongkol bermarkas di Lantamal VII Kupang (ANTARA Foto/dok)
"Disamping itu juga dengan pihak intelegen lainnya agar informasi akurat bisa kami dapatkan dalam pencegahan masuknya narkoba itu," katanya dan menambahkan dalam waktu dekat ini, kerja sama pengamanan di laut dan rapat koordinasi direncanakan akan dilaksanakan untuk memantapkan koordinasi.
Kegiatan operasi tidak hanya dilakukan oleh TNI AL sendiri namun juga dengan pihak kepolisian, Bea cukai agar bisa bersama-sama menindak. "Kalau perlu Kerjasama tersebut bisa berupa operasi bersama ataupun personilnya onboard di kapal kami," tambahnya.
Sama halnya dengan Nanang, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur Yos Gadhi mengatakan bahwa bersyukur karena kejadian atau kasus narkoba selama ini di NTT hanya sebatas pada jumlah gram saja, tidak sampai pada kilogram tau ton.
Namun menurutnya walaupun dalam jumlah kecil pihaknya selalu waspada. Untuk pengamanan di wilayah laut, Yos mengatakan berkoordinasi dengan TNI AL serta Kepolisian Perairan Polda NTT guna mencegah hal ini.
Baca juga: BNNP NTT rehabilitasi 150 pengguna narkoba KRI Tongkol bermarkas di Lantamal VII Kupang (ANTARA Foto/dok)
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danrem 161/WS: Kemanunggalan TNI dan rakyat jadi modal untuk keutuhan bangsa
05 October 2024 15:14 WIB, 2024
Kolaborasi TNI AL dan peneliti Indonesia temukan puluhan gunung bawah laut di NTT
09 May 2023 22:58 WIB, 2023
Sebanyak 159 casis Bintara dan Tamtama TNI AL diberangkatkan ke Makassar
14 March 2023 14:03 WIB, 2023
Terpopuler - Politik & Hukum
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Lihat Juga
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB