Dinkes Mabar pastikan nakes jalankan tatalaksana rabies
Jumat, 21 Oktober 2022 4:30 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Paulus Mami (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)
Labuan Bajo, NTT (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur memastikan tenaga kesehatan telah menjalankan tatalaksana rabies pada seorang anak di Labuan Bajo yang diserang anjing.
"Kita sudah jalankan sesuai protap yang ada. Ada observasi 30 menit untuk memastikan apakah terjadi reaksi suntikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Paulus Mami di Labuan Bajo, Kamis, (20/10/2022).
Seorang anak berumur enam tahun di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo diserang oleh seekor anjing pada Rabu sore. Orang tua pun membersihkan luka menggunakan air mengalir dan deterjen, lalu membawa korban ke Puskesmas Labuan Bajo untuk menerima suntikkan vaksinasi anti rabies (VAR).
Begitu pulang ke rumah, korban kembali dilarikan ke rumah sakit dan tidak berhasil diselamatkan.
Paulus menjelaskan tenaga kesehatan telah menjalankan prosedur tetap pelayanan kepada pasien yang digigit anjing.
Sebelum memberikan suntikan VAR, petugas kesehatan bertanya tentang riwayat vaksin anjing, riwayat vaksin anak, riwayat alergi, dan melakukan pemeriksaan fisik pada anak.
Menurutnya, keadaan anak secara umum sadar, namun ada luka lecet akibat gigitan pada area leher namun tidak ada perdarahan aktif pada luka. Ya Dia menyebut petugas sempat melihat adanya bengkak pada area sekitar luka, namun korban tidak mengatakan nyeri ketika ditekan.
"Setelah dapat keadaan umum baik, keluarga diberi penjelasan untuk pemberian VAR dan keluarga setuju," ungkapnya.
Usai pemberian VAR, petugas melakukan observasi selama 30 menit dan mendapati keadaan pasien aman. Karena pasien dalam kondisi baik, maka pasien dipersilakan pulang dengan catatan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan.
Baca juga: Dinas lakukan observasi pada anjing yang menyerang anak di Labuan Bajo
Paulus mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan segala pihak yang terlibat dalam kasus itu, baik rumah sakit maupun puskesmas.
Mereka pun melibatkan dokter spesialis anak, spesialis saraf, dan anestesi untuk berdiskusi dan mencari tahu penyebab kematian anak tersebut.
Baca juga: Pemkab Ende ajak warga dukung vaksinasi rabies
"Kami masih tunggu audit terakhir dari spesialis anak, spesialis saraf, dan spesialis anestesi" katanya menandaskan.
"Kita sudah jalankan sesuai protap yang ada. Ada observasi 30 menit untuk memastikan apakah terjadi reaksi suntikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Paulus Mami di Labuan Bajo, Kamis, (20/10/2022).
Seorang anak berumur enam tahun di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo diserang oleh seekor anjing pada Rabu sore. Orang tua pun membersihkan luka menggunakan air mengalir dan deterjen, lalu membawa korban ke Puskesmas Labuan Bajo untuk menerima suntikkan vaksinasi anti rabies (VAR).
Begitu pulang ke rumah, korban kembali dilarikan ke rumah sakit dan tidak berhasil diselamatkan.
Paulus menjelaskan tenaga kesehatan telah menjalankan prosedur tetap pelayanan kepada pasien yang digigit anjing.
Sebelum memberikan suntikan VAR, petugas kesehatan bertanya tentang riwayat vaksin anjing, riwayat vaksin anak, riwayat alergi, dan melakukan pemeriksaan fisik pada anak.
Menurutnya, keadaan anak secara umum sadar, namun ada luka lecet akibat gigitan pada area leher namun tidak ada perdarahan aktif pada luka. Ya Dia menyebut petugas sempat melihat adanya bengkak pada area sekitar luka, namun korban tidak mengatakan nyeri ketika ditekan.
"Setelah dapat keadaan umum baik, keluarga diberi penjelasan untuk pemberian VAR dan keluarga setuju," ungkapnya.
Usai pemberian VAR, petugas melakukan observasi selama 30 menit dan mendapati keadaan pasien aman. Karena pasien dalam kondisi baik, maka pasien dipersilakan pulang dengan catatan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan.
Baca juga: Dinas lakukan observasi pada anjing yang menyerang anak di Labuan Bajo
Paulus mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan segala pihak yang terlibat dalam kasus itu, baik rumah sakit maupun puskesmas.
Mereka pun melibatkan dokter spesialis anak, spesialis saraf, dan anestesi untuk berdiskusi dan mencari tahu penyebab kematian anak tersebut.
Baca juga: Pemkab Ende ajak warga dukung vaksinasi rabies
"Kami masih tunggu audit terakhir dari spesialis anak, spesialis saraf, dan spesialis anestesi" katanya menandaskan.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Lembata edukasi masyarakat pentingnya VAR bagi korban gigitan HPR
12 June 2024 10:35 WIB, 2024
Balai TN Komodo imbau warga lapor petugas bila beraktivitas di kawasan hutan
03 April 2024 17:30 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB