Tarif masuk ke TNK untuk konservasi alam

id Marius

Tarif masuk ke TNK untuk konservasi alam

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu.

"Kebijakan Gubernur NTT Viktor Laiskodat menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat, Flores itu untuk kebutuhan konservasi alam," kata Marius Jelamu.
Kupang (ANTARA News NTT) - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Jelamu mengatakan kebijakan Gubernur NTT Viktor Laiskodat menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat, Flores itu untuk kebutuhan konservasi alam.

"Dana yang bersumber dari kenaikan tarif masuk tersebut akan kita ambil untuk tujuan konservasi alam di kawasan wisata yang dihuni oleh binatang purba raksasa Komodo (varanus komodoensis) itu," kata Marius kepada Antara di Kupang, Jumat (7/12).

Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan tujuan rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ikut ambil bagian dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat dan berencana menaikkan tarif masuk bagi setiap wisatawan ke TNK.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat mematok nilai tarif masuk bagi wisatawan asing ke TNK sebesar 500 dolar AS atau setara dengan Rp7,2 juta per orang, sedangkan bagi wisatawan nusantara dipatok 100 dolar AS atau setara Rp1,4 juta per orang.

Ia mengatakan, hasil kenaikan tarif selain untuk konservasi alam, juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan pakan bagi satwa purba Komodo itu sendiri.

"Kita lihat hewan liar yang menjadi mangsanya Komodo, seperti rusa, babi hutan dan kerbau liar, sudah semakin berkurang di TNK, sehingga perlu segera dicari jalan keluarnya," ujar Marius.

Baca juga: NTT tak khawatir kunjungan ke TNK menurun

Ia menambahkan jika ke depan rencana kenaikan tarif terealisasi, maka hasilnya tidak semata-mata untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga untuk kegiatan konservasi agar Komodo tetap setia di habitatnya.

Menurutnya, aspek kelestarian dari satwa purba Komodo tetap menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu ikon dari tujuh keajaiban dunia sehingga tidak boleh punah.

Ia mengatakan, selain itu rencana kenaikan tarif itu juga akan diimbangi dengan perbaikan pelayanan kepada wisatawan.

"Tidak hanya menaikkan tarif tapi juga pelayanan kepada para wisatawan, seperti penyediaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata serta kebersihan lingkungan alam sekitarnya," kata Marius.

Ia menambahkan, untuk pelayanan tiket bagi wisatawan yang hendak ke TNK juga akan diatur dengan menggunakan sistem aplikasi daring.

"Sudah dirancang semua, jadi layanan kepada wisatawan akan lebih profesional sehingga upaya pemerintah daerah untuk menaikkan tarif masuk ke TNK, diimbangi pula dengan tingkat pelayanan yang profesional," demikian Marius Jelamu.

Baca juga: Kenaikan tarif masuk TN Komodo masih normatif