Logo Header Antaranews Kupang

BPOLBF menggencarkan GWP jaga kebersihan dan keberlanjutan destinasi wisata

Senin, 15 September 2025 10:09 WIB
Image Print
Foto bersama dalam pelaksanaan program Gerakan Wisata Bersih (GWP) yang digelar BPOLBF di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO-Divisi Komunikasi Publik BPOLBF

Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggencarkan program Gerakan Wisata Bersih (GWB) sebagai komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan destinasi pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Gerakan Wisata Bersih menjadi langkah nyata kami untuk memastikan destinasi tetap lestari, nyaman, dan layak dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia,” kata Plt Direktur Utama BPOLBF Dwi Marhen Yono dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Minggu.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam program GWP yang dilaksanakan di sepanjang Pantai Binongko, Labuan Bajo dan diikuti oleh seluruh pegawai BPOLBF.

Program GWP merupakan salah satu program Quick Win aksi kebersihan lingkungan wisata yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata. Program ini menjadi salah satu upaya dalam peningkatan daya tarik wisata.

Dia menjelaskan program GWP akan berlangsung secara rutin pada September hingga Desember 2025 mendatang, dengan titik kegiatan berfokus pada area destinasi wisata di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Melalui inisiatif ini, lanjut dia, BPOLBF ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pengelolaan destinasi pariwisata berkelas dunia.

Program GWP yang dilaksanakan BPOLBF tidak hanya menjadi agenda internal, melainkan diharapkan dapat menginspirasi masyarakat dan pelaku pariwisata untuk turut serta menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Labuan Bajo adalah beranda pariwisata Indonesia yang harus kita jaga bersama," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam pelaksanaan program GWB di Pantai Binongko total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 207 kilogram, terdiri dari 188,5 kilogram sampah residu dan 18,5 kilogram sampah botol serta kaca.

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Warloka melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat.

Ia juga menjelaskan melalui gerakan berkelanjutan ini, BPOLBF menegaskan komitmen menempatkan aspek keberlanjutan dan lingkungan sebagai prioritas utama dalam pembangunan destinasi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPOLBF gencarkan GWP jaga kebersihan-keberlanjutan destinasi wisata



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026