Pengembangan pangan lokal kurang mendapat perhatian pemerintah

id Leta Rafael

Pengembangan pangan lokal kurang mendapat perhatian pemerintah

Pengamat pertanian dari Undana Kupang Dr Leta Rafael Levis .(ANTARA Foto/dok)

Pemerintah dinilai kurang memberikan perhatian pada pengembangan pangan lokal dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
Kupang (ANTARA News NTT) - Pengamat masalah pertanian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr. Leta Rafel Levis mengatakan pemerintah kurang memberikan perhatian pada pengembangan pangan lokal dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

"Pangan lokal miliki potensi sangat besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia, tetapi sejauh ini masih minim mendapat perhatian dari pemerintah untuk mengembangkannya," katanya kepada Antara di Kupang, Minggu (24/2).

Hal ini dilihatnya dari minimnya gerakan pemerintah dalam mengalokasi anggaran untuk melestarikan dan meningkatkan produktivitas pangan lokal itu sendiri.

Menurut dia, pangan adalah segala sesuatu yang dikonsumsi manusia yang mengandung unsur karbohidrat, vitamin, mineral, protein, dan air untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia.

Yang termasuk pangan dalam konteks ini adalah beras, jagung, sayur, buah, telur, susu, daging, dan sebagainya, namun pemerintah lebih memberi prioritas pada pengembangan lima komoditas utama, yakni padi, jagung, ternak sapi, susu dan tebu

"Kalau lima komoditas tersebut menjadi prioritas utama pengembangan, maka pemerintah sebaiknya melakukan gerakan revolusi untuk nencapai swasembada terhadap lima komoditas tersebut," kata Leta Rafael.

Baca juga: Indonesia bisa mengadopsi filosofi AS bangun ketahanan pangan
Baca juga: Pikul dorong pangan lokal jadi sajian utama
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar